Jumat 10 Jul 2020 18:48 WIB

Rivaldo Serang Presiden Barcelona

Rivaldo berpendapat Bartomeu berusaha mengalihkan perhatian media

Rep: Frederikus Bata/ Red: Muhammad Akbar
Rivaldo
Foto: EPA-EFE/AARON UFUMELI
Rivaldo

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Beberapa hari lalu, Presiden Barcelona, Josep Mario Bartomeu mengkritisi penggunaan VAR di La Liga Spanyol. Terutama dalam sejumlah pertandingan pasca kompetisi kembali berlanjut.

Bartomeu menilai teknologi tersebut seperti menguntungkan salah satu pihak dalam hal ini Real Madrid. Mantan penyerang Barca, Rivaldo Vitor Borba Ferreira balik mengecam sang presiden. Ia tak mempersalahkan hak siapa pun untuk kesal pada keputusan wasit.

Tetapi dalam situasi ini, menurutnya Bartomeu tidak melakukan tindakan yang tepat. Rivaldo berpendapat, sang petinggi berusaha mengalihkan perhatian media dari masalah sebenarnya yang terjadi di Barcelona.

Bukan rahasia lagi, belakangan, sering terjadi 'keributan' di kamar ganti El Barca. Imbasnya pada permainan. Lionel Messi dan rekan-rekan tidak konsisten dalam meraih hasil positif. Bukannya mencari solusi atas dinamika di atas, Bartomeu malah mengkambinghitamkan VAR.

"Bartomeu sedang mencoba menggunakan hal-hal seperti VAR untuk membenarkan dirinya di depan penggemar. Ia berpura-pura seolah kesulitan yang dialami klub ini, bukan karena kesalahan dirinya, pemain, atau pelatih," kata Rivaldo, dikutip dari Marca, Jumat (10/7).

Ia berpendapat permasalahan di Barca terletak pada performa mereka sendiri. Bukan pada keputusan wasit, atau penggunaan VAR. Ia meminta para yuniornya meningkatkan kualitas permainan. Kembali menjadi Raksasa Katalan yang disukai para penikamat sepakbola seluruh dunia. “

Anda tidak bisa menggunakan VAR sebagai alasan utama (tergeser dari puncak klasemen), ketika tim tidak bermain dengan baik," ujar Rivaldo.

Ia mencontohkan inkonsistensi Barcelona. Setelah tampi menawan kontra Villarreal, Rivaldo kecewa melihat performa Luis Suarez cs dalam Derbi Katalan melawan Espanyol.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement