REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta – Dalam rangka mengoptimalkan berbagai potensi pada cabang olahraga esport, Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kemenpora menjalin kerja sama pengelolaan dana dan usaha keolahragaan dengan Indonesia Esport Association (IESPA). Kesepakatan untuk menjalin kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
Nota Kesepahaman ditandatangani secara sirkular oleh Direktur LPDUK Agus Hardja Santana dan Ketua Umum Indonesia Esport Association (IESPA) Liem Che Chien di Kantor baru LPDUK di Jalan Radio Dalam I Nomor 13, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, akhir pekan ini (10/7). MoU tersebut berlaku dalam jangka waktu tiga tahun.
“Potensi olahraga Esport sangat besar terutama dari sisi industri olahraga dan bisa tetap dijalankan dalam situasi pandemi. Kita menjalin kerja sama dengan IESPA karena organisasi ini sudah memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan event olahraga esport bertaraf nasional dan internasional. IESPA juga menjadi panitia saat Esport dipertandingkan sebagai cabor ekshibisi dalam Asian Games 2018,” kata Kepala Divisi Pendanaan dan Usaha Keolahragaan Agus Mauro saat mewakili Direktur LPDUK menghadiri penandatanganan MoU tersebut, didampingi Kasubdiv Pengelolaan Dana LPDUK, Rinto Ari Rakhmanto, dalam rilisnya, Ahad (12/7).
Dalam MoU tersebut, lanjut Agus Mauro, LPDUK akan memfasilitasi IESPA dalam pengelolaan dana CSR untuk pembangunan fasilitas cabor, pengelolaan dana sponsor untuk event atau kegiatan yang pendanaannya mayoritas dan atau telah dibiayai oleh APBN dan/atau APBD, dan Keagenan maupun intelektual property yang berkaitan dengan kegiatan IESPA. Kemudian bisa menjadi media dan/atau sponsorship agency untuk event yang dilaksanakan serta memfasilitasi kerjasama bisnis yang melibatkan IESPA, PT dan/ atau perseorangan yang telah direkomendasikan oleh IESPA.
Kedua belah pihak juga akan saling memberikan masukan, saran, melakukan pertemuan rutin dan konsultasi secara berkala guna membahas rencana Pengelolaan Dana Dan Usaha Keolahragaan secara transparan dan akuntabel serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bentuk kerjasama yang lebih spesifik nantinya akan dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerjsama (PKS).
Ketua Umum Indonesia Esport Association (IESPA) Liem Che Chien yang akrab disapa Eddy Lim mengatakan banyak hal yang potensial dapat dikerjasamakan dengan LPDUK. “Selain pencarian sponsor event-event nasional maupun internasional, IESPA juga ada lahan kosong yang bisa dibangun menjadi fasilitas tempat pelatihan atau stadion bagi cabor esport,” kata Eddy.
IESPA menambah deretan organisasi olahraga yang telah menandatangani MoU dengan LPDUK. Belum lama ini, MoU kerjasama pengelolaan dana dan usaha olahraga juga ditandangani LPDUK dengan Federasi Olahraga Petanque (FOPI), menyusul PB ISSI, PB Kurash, Persambi, PDBI (Drumband), PSSI, PP IMI, Perbasi dan lain-lain.