Selasa 21 Jul 2020 17:59 WIB

Belanja Besar Aston Villa yang tak Sesuai Harapan

Ada banyak faktor yang menyebabkan The Claret and Blue Army terpuruk.

Rep: Hartifiany Praisa/ Red: Agung Sasongko
Aston Villa
Foto: POOL REUTERS/CATHERINE IVILL
Aston Villa

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Cukup besar dana yang digelontorkan Aston Villa pada musim ini. Bila ditotal The Villans mengeluarkan 140 juta pound selama 13 bulan usai promosi dari Championship League. 

Sayang, jumlah tersebut tidak sebanding dengan prestasinya musim ini. Nasib mereka di Liga Primer pun akan ditentukan pada laga melawan Arsenal pada Selasa (21/7) waktu setempat.

Baca Juga

Ada banyak faktor yang menyebabkan The Claret and Blue Army terpuruk. Putusan Direktur Olahraga, Jesus Garcia Pitarch ditenggarai salah satunya. Villa memang merombak habis skuat selama berkutat di Championship. Lima pemain yang sukses membawa promos dipinjam, bahkan tiga antaranya dijual.

Aston Villa kehilangan Alex Tuanzebe dan mengembalikan Tammy Abraham ke Chelsea. Klub pun gagal menemukan pemain untuk menjadi pasangan Tyrone Mings di lini pertahanan.

Tidak berhenti disana, musim ini ada Wesley yang cedera setelah mencetak enam gol pada tahun baru lalu. Dia kemudian diganti Mbawana Samatta dan Borja Baston. Hingga akhirnya pilihan pemain depan jatuh pada Samatta dan Keinan Davis, yang hanya mengoleksi dua gol dari 55 pertandingan.

"Kami belum mendapatkan poin yang pantas (selama musim panas). Ini sudah hampir 2/3 kompetisi selesai," kata manajer Aston Villa, Dean Smith.

Menurutnya, faktor terbesar dari keterpurukan Aston Villa adalah cedera yang dialami sang kiper, Tom Heaton. Villa pun menjadi buruk di lini pertahanan.

"Kami terhambat oleh beberapa cedera dari pemain kunci seperti Tom Heaton, Wesley dan John McGinn. McGinn tidak bermain dari Desember hingga Juni," tegasnya.

Aston Villa memang kuat di bagian lini tengah. Sayangnya sang kapten, Jack Grealish bahkan tidak pernah mencetak assist sejak restart. Kebobolan terbanyak Aston Villa berasal dari serangan balik, set piece, dan 10 menit akhir laga. Aston Villa pun sering kehilangan poin dan berakhir dengan kegagalan.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi