Rabu 09 Sep 2020 20:16 WIB

Permintaan Maaf Mason Greenwood

Greenwood dipulangkan oleh timnas Inggris.

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Mason Greenwood dari Manchester United beraksi selama pertandingan sepak bola perempat final Liga Eropa UEFA antara Manchester United dan FC Copenhagen di Cologne, Jerman, 10 Agustus 2020
Foto: EPA-EFE/Sascha Steinbach
Mason Greenwood dari Manchester United beraksi selama pertandingan sepak bola perempat final Liga Eropa UEFA antara Manchester United dan FC Copenhagen di Cologne, Jerman, 10 Agustus 2020

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Penyerang Manchester United (MU), Mason Greenwood buka suara soal insiden yang membuatnya dikeluarkan dari skuat timnas Inggris. Greenwood dengan tulus meminta maaf kepada pelatih the Three Lions.

"Sekarang memiliki kesempatan untuk merenungkan apa yang terjadi, saya hanya bisa meminta maaf kepada semua orang atas rasa malu yang saya timbulkan," kata Greenwood dikutip laman resmi MU, Rabu (9/9).

Greenwood sejatinya tengah merajut kisah manis bersama timnas Inggris. Dipanggil masuk ke skuat utama oleh pelatih Gareth Southgate, penyerang berusia 18 tahun itu tampil dari bangku cadangan pada laga versus Islandia.

Namun sehari berselang, Greenwood dan gelandang serang Manchestsr City, Phil Foden berulah. Keduanya tertangkap kamera tengah membawa wanita panggilan masuk ke dalam kamar hotelnya.

Tindakan tersebut jelas melanggar aturan protokol kesehatan terkait pencegahan virus corona. Hasilnya, Greenwood dan Foden harus lebih cepat pulang dari perjalanan timnas Inggria di pertandingan UEFA Nations League 2020.

"Secara khusus, saya ingin meminta maaf kepada Gareth Southgate, karena telah mengecewakannya, ketika dia telah menunjukkan kepercayaan yang besar kepada saya," kata dia.

Lebih lanjut, Greenwood mengucapkan rasa penyesalannya. Sebab masuk dalam skuat utama timnas Inggris adalah salah satu momen paling membanggakan dalam hidupnya.

"Saya hanya menyalahkan diri saya sendiri atas kesalahan besar ini. Saya berjanji kepada keluarga saya, para penggemar, Manchester United, dan Inggris bahwa ini adalah pelajaran yang tidak akan saya ulangi."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement