Kamis 05 Nov 2020 19:20 WIB

Wiranto: Bangga dan Terhormat Pernah Pimpin PBSI

Sebelumnya Wiranto pernah jadi ketum di riga cabor berbeda.

Rep: Fitrianto/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Wiranto
Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Wiranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wiranto pernah menjadi Ketua Umum (Ketum) di empat cabang olahraga, yakni Karate, Taekwondo, Bridge dan Bulu tangkis. Namun dari semua itu yang membuatnya bangga adalah pernah memimpin PBSI.

"Saya pernah menjadi pimpinan tertinggi empat cabang olahraga. Dari keempat tersebut, secara tulus saya ungkapkan bangga dan terhormat telah menjadi pemimpin cabang olahraga bulu tangkis," ujar Wiranto yang juga ketua umum PBSI 2016-2020 saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Munas PBSI yang berlangsung di Hotel JHL, Gading Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (5/11).

Wiranto juga memuji panitia pelaksana Munas PBSI yang mampu menggelar Munas meskipun dalam kondisi Pandemi Covid-19. Semula PBSI sudah memutuskan untuk menunda Munas PBSI.

"Segenap keluarga PBSI, awalnya menyikapi Pandemi Covid-19, memutuskan menunda tahun depan, dan sudah ada persetujuan KONI pusat. Namun akhirnya dengan dua pertimbangan kita memutuskan untuk menggelar Munas PBSI tahun ini," ujar dia.

Pertimbangan pertama, kata dia, siapapum tidak tahu kapan Pandemi Covid-19 akan selesai, sehingga berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia, kegiatan yang sudah direncanakan, laksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Hal ini saya bicarakan teman-teman di PBSI, ternyata mereka siap dengan protokol ketat. Semua peserta tes usap Covid-19. Jadi hari ini walau tidak pakai masker  kita akan tetap sehat, karena semua sudah tes usap. Namun kita harus tetap patuhi protokol Kesehatan dengan memakai masker," ujar dia.

"Empat tahun lalu terpilih dan 19 Januari 2017 kami dilantik. Dalam rangkaian Munas PBSI nanti, saya akan pertangungjawaban kepengurusan saya kepada pemberi mandat 34 Pengprov seluruh Indonesia," kata dia menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement