REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemain sepak bola Indonesia kembali harus gigit jari karena kompetisi Liga 1 2021 diundur akibat PPKM. Namun bukan hanya penghasilan dari sepak bola yang berpengaruh, bisnis pemain pun mulai goyah.
Hal ini turut dirasakan oleh pemain Persib Bandung, Dedi Kusnandar. Di awal pandemi, Dedi sempat menutup usaha kulinernya. Beruntung, usahanya yang lain di jasa laundry masih bisa berjalan.
"Masih seperti biasa, mengurus bisnis laundry dan buka usaha busana muslim setelah Cafe D'Ceker berhenti sejak tahun lalu karena pandemi," kata Dedi, Rabu (14/7).
Dedi mengakui bahwa meski usaha laundrynya turut terdampak namun tidak sampai seperti usaha kulinernya. Dia bersyukut karena usaha laundry tersebut tidak jatuh seperti usaha kulinernya tahun lalu.
"Alhamdulillah kalau bisnis laundry tidak terlalu terdampak seperti cafe, memang bisnis laundry ada penurunan sekitar 20-30 persen, lumayan masih cukup stabil dibandingkan cafe," kata Dedi.
Usaha laundry Dedi memiliki empat cabang di daerah Jatinangor, Sumedang dan Kabupaten Bandung. Meski tetap memiliki kesibukan dari usaha sampingan, Dedi tetap berharap liga bisa kembali berjalan.
"Saya berharap pandemi cepat berlalu dan tetap mengimbau untuk menjalani protokol kesehatan dan mendapatkan vaksin agar sepak bola kita kembali berjalan seperti biasa. Apalagi melihat Euro, ada rasa iri (kompetisi berjalan), makanya saya ajak Bobotoh dan masyarakat untuk disiplin prokes," kata Dedi.