Senin 02 Aug 2021 16:41 WIB

Orang Tua Apriyani Pernah Tolak Ratusan Juta Gara-Gara Ini

Apriyani tetap dalam gemblengan Icuk Sugiarto sebelum pindah ke Jaya Raya.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Apriyani Rahayu (kanan)
Foto: AP/Markus Schreiber
Apriyani Rahayu (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apriyani Rahayu bersama Greysia Polii menjadi ganda putri pertama Indonesia yang berhasil meraih medali emas di Olimpiade. Sejarah itu dicetak Greysia/Apriyani di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Senin 2/8). Keduanya mengalahkan unggulan kedua asal China Chen Qingchen/Jia Yifan dengan skor 21-19 dan 21-15.

Apriyani yang menjadi juara Olimpiade dalam usia 23 tahun ternyata sudah menunjukkan bakat besar sejak awal. Sejumlah orang ikut andil dalam perjalanan kariernya, salah satunya Yuslan Kisra. Sosok yang kini menjadi ASN di Kemenpora membantu membawa Apriyani Rahayu ke Jakarta. Setelah mengontak beberapa pihak, Yuslan memutuskan memasukkan Apri ke klub Pelita Jaya Bakrie yang diasuh Icuk Sugiarto pada 2013.

Baca Juga

Setelah digembleng Icuk, Apriyani kemudian diserahkan ke Jaya Raya agar mendapatkan polesan lebih baik lagi. Barulah setelah itu Apriyani ditarik ke pelatnas Cipayung.

Yuslan yang dulu sempat berprofesi sebagai jurnalis mengungkapkan, Apriyani pernah ditawari pindah klub dengan iming-iming ratusan juta.

"Saya ingat sebelum Apriyani pindah ke Jaya Raya, orang tua Apriyani di kampung ditawari Rp 150 juta agar anaknya bersedia pindah ke klub tersebut. Mohon maaf saya tidak menyebutkan nama klub tersebut," ungkap Yuslan.

Menurut Yuslan, orang tua Apriyani menghubunginya dan menyampaikan bahwa perwakilan klub itu juga sudah melakukan cek akta kelahiran. "Wakil klub itu bahkan ke sekolah dasar asal Apriyani untuk mengecek apakah ada pencurian umur dari Apriyani," beber Yuslan.

Yuslan kemudian memberikan masukan kepada orang tua Apriyani untuk tidak tergiur dengan uang. Menurut Yuslan, kepercayaan dan kesetiaan terhadap Icuk mesti dijaga. 

"Icuk sudah membina dari awal, jangan sampai dikhianati," ujar Yuslan

Akhirnya, menurut Yuslan, orang tua Apriyani menolak tawaran klub tersebut. Apriyani tetap bertahan di bawah bimbingan Icuk sebelum pindah ke klub Jaya Raya.

Bajak membajak pemain lumrah terjadi di Indonesia. Biasanya klub dengan kekuatan finansial bagus berupaya merekrut pemain jadi atau setengah jadi agar lebih gampang dipoles untuk menjadi pemain hebat dan mengharumkan nama klub. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement