Rabu 04 Aug 2021 20:04 WIB

Peringkat Lima di Olimpiade, Lifter Nurul Akmal Dapat Rumah

Pemerintah Provinsi Aceh memberi hadiah satu unit rumah untuk lifter Nurul Akmal.

Nurul Akmal dari Indonesia mencoba untuk mengangkat 111kg dalam upaya keduanya selama bagian Snatch dari Perebutan Medali Emas Grup A +87kg Putri dari acara Angkat Besi Olimpiade Tokyo 2020, di Tokyo International Forum di Tokyo, Jepang, 02 Agustus 2021.
Foto: EPA-EFE/MICHAEL REYNOLDS
Nurul Akmal dari Indonesia mencoba untuk mengangkat 111kg dalam upaya keduanya selama bagian Snatch dari Perebutan Medali Emas Grup A +87kg Putri dari acara Angkat Besi Olimpiade Tokyo 2020, di Tokyo International Forum di Tokyo, Jepang, 02 Agustus 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pemerintah Aceh memberikan apresiasi berupa satu unit rumah yang akan dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Perubahan kepada lifter putri asli Aceh, Nurul Akmal, yang mewakili Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. "Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi prestasi yang diraih oleh Nurul Akmal, dan sesuai arahan Gubernur Aceh, satu unit rumah akan dibangun untuk Nurul," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh Dedi Yuswadi di Banda Aceh, Rabu (4/8).

Selain itu, untuk mendukung kegiatan Nurul sebagai atlet angkat besi, Pemerintah Aceh juga sudah mengangkat Nurul Akmal sebagai tenaga kontrak di Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh. Lifter putri Nurul Akmal menjadi penutup penampilan tim Indonesia di cabang angkat besi dengan menempati peringkat lima kelas +87kg yang berlangsung di Tokyo International Forum, Senin (2/8).

Baca Juga

Lifter yang akrab dipanggil Amel itu melakukan angkatan snatch 115kg dan cleanandjerk 141kg dengantotal angkatan 256kg. Lifter kelahiran Banda Aceh itu mengawali kompetisi bergengsi tersebut dengan mengangkat beban 107kg di kesempatan pertama snatch.

Secara bertahap, Amel menambah bebannya menjadi 111kg dan 115kg, lalu mengakhiri sesi snatch di urutan kelima. Dengan posisi relatif aman di peringkat lima, tim pelatih mulai menjalankan strategi untuk mendongkrak peringkat Amel.

Sesi clean and jerk diawali dengan beban 141kg. Dalam usahanya menaikkan peringkat, Amel melakukan angkatan 151kg di kesempatan kedua, namun gagal. 

Tim pelatih kembali menambah beban menjadi 154kg di percobaan ketiga dan Amel kembali gagal. Meski begitu, bagi Amel, bisa tampil di Olimpiade merupakan pengalaman yang luar biasa.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement