Selasa 07 Sep 2021 07:49 WIB

Presiden UEFA Tolak Rencana Piala Dunia Digelar Tiap 2 Tahun

Ceferin khawatir ide tersebut hanya akan mengurangi popularitas Piala Dunia.

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin.
Foto: EPA/MARTIAL TREZZINI
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin.

REPUBLIKA.CO.ID, NYON -- Presiden Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Aleksander Ceferin, menolak rencana Piala Dunia digelar setiap dua tahun. Menurutnya, ide tersebut akan merusak turnamen.

Saat ini, Asosiasi Sepak Bola Dunia (FIFA) sedang meninjau rencana kemungkinan mengadakan Piala Dunia putra dan putri agar bisa digelar setiap dua tahun. Ini berawal dari proposal yang diajukan Federasi Sepak Bola Arab Saudi pada Mei lalu. Tinjauan FIFA dipimpin oleh mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger.

"Berharganya Piala Dunia disebabkan oleh jarangnya ajang itu digelar," kata Ceferin seperti dilansir BBC Sport, Selasa (7/9).

Menurut Ceferin, Piala Dunia yang berlangsung setiap dua tahun akan membuat turnamen sepak bola antarnegara sedunia itu menjadi kurang seru. Selain itu, ia khawatir ide tersebut hanya akan mengurangi popularitas Piala Dunia.

Jika ditarik sejarah penyelenggaraan, Piala Dunia hampir selalu bergulir setiap empat tahun sejak 1930. Hanya edisi 1942 dan 1946 yang terganggu akibat Perang Dunia II. Sementara Piala Dunia putri juga dihelat setiap empat tahunan sejak 1991 lalu.

Baca juga : Presiden Arema FC Ingin Tim Pertahankan Gaya Malangan

Arsene Wenger yang memimpin kajian rencana tersebut berpendapat ingin melakukan penelitian lebih lanjut jika Piala Dunia dan Euro diadakan setiap dua tahun. Sementara Presiden FIFA, Gianni Infantino, tidak menyebut secara eksplisit ingin mengubah aturan Piala Dunia. Namun, Infantino mengisyaratkan ingin mengubah kalender sepak bola.

"Kami harus menganggap ini sebagai tantangan dan perjuangan. Ini adalah cara membuat sepak bola global lebih kuat. Kami harus memberi para penggemar alasan menikmati olahraga ini," kata Wenger.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement