Sabtu 20 Nov 2021 21:12 WIB

Kemkominfo: Frekuensi di WSBK Sirkuit Mandalika Aman

Monitoring dilakukan untuk mengamankan jalur komunikasi penyelenggara WSBK 2021.

Pembalap Pata Yamaha With Brixx WorldSBK Toprak Razgatlioglu melemparkan topi kepada para penggemarnya usai meraih trofi SBK Tissot Superpole pada sesi kualifikasi WSBK Indonesia 2021 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (20/11/2021).
Foto: ANTARA/Andika Wahyu
Pembalap Pata Yamaha With Brixx WorldSBK Toprak Razgatlioglu melemparkan topi kepada para penggemarnya usai meraih trofi SBK Tissot Superpole pada sesi kualifikasi WSBK Indonesia 2021 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (20/11/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) memastikan frekuensi yang digunakan di Wolrd Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, aman. Sehingga, balapan WSBK pun dapat terus berlangsung.

"Frekuensi ajang WSBK ini tetap dimonitor dan kami pastikan aman," kata Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemkominfo RI Dr Ir Ismail, MT di ruang VIP Sirkuit Mandalika di Praya, Lombok Tengah, Sabtu (20/11).

Baca Juga

Ismail mengaku tujuan monitoring terhadap spektrum frekuensi radio dilakukan untuk mengamankan jalur komunikasi penyelenggara WSBK 2021, broadcasting, sensor kamera yang terpasang pada motor pembalap, video camera yang akan dipasang pada trek atau lintasan sirkuit, dan perangkat lain yang menggunakan frekuensi. "Ini untuk memastikan penggunaan frekuensi tidak mengganggu pengguna izin frekuensi eksisting," katanya.

Dengan adanya monitoring ini diharapkan seluruh frekuensi yang digunakan oleh pihak penyelenggara dan pengguna eksisting dapat bekerja optimal. "Guna memastikan WSBK 2021 berjalan lancar, pengawasan tidak hanya pada penggunaan frekuensi yang memiliki Izin Siaran Radio (ISR), melainkan juga terhadap penggunaan frekuensi untuk layanan internet dan juga seluruh perangkat wireless yang digunakan oleh kru dan tim yang berlomba," jelasnya.

Menurut Ismail, dengan dukungan penuh tim dari UPT Monitor Spektrum Frekuensi Radio Mataram, telah dilakukan monitoring pada pita-pita frekuensi layanan seluler di seluruh kecamatan yang berada di Kabupaten Lombok Tengah. "Mereka telah memastikan coverage layanan seluler melalui kegiatan drive test," katanya.

Dari hasil pantauan tersebut, dipastikan frekuensi yang digunakan untuk jalur komunikasi seluler di wilayah tersebut, memiliki signal kuat yang memenuhi standar dan seluruh kawasan sirkuit sudah ter-cover layanan seluler.

"Di dalamnya modernisasi perangkat dan armada yang dibutuhkan, tidak hanya untuk memastikan kegiatan WSBK ini berjalan dengan baik, namun juga untuk menjaga layanan telekomunikasi agar dapat digunakan oleh seluruh penonton dan official yang hadir untuk mengglorifikasi kegiatan di Mandalika ini seluas-luasnya," tegas Ismail.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement