Rabu 08 Dec 2021 19:00 WIB

Liga Champions: Yang Mungkin Anda Belum Sadari tentang Berbahayanya Ajax Amsterdam

Para penguasa Eropa harus mewaspadai pasukan Ibu Kota Belanda ini.

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi
 Pemain Ajax merayakan gol 4-1 pada pertandingan sepak bola grup C Liga Champions UEFA antara Ajax Amsterdam dan Sporting CP di Johan Cruijff ArenA di Amsterdam, Belanda, Rabu (8/12) dini hari WIB.
Foto: EPA-EFE/MAURICE VAN STEEN
Pemain Ajax merayakan gol 4-1 pada pertandingan sepak bola grup C Liga Champions UEFA antara Ajax Amsterdam dan Sporting CP di Johan Cruijff ArenA di Amsterdam, Belanda, Rabu (8/12) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Frederikus Bata

Sebanyak 12 tim sudah dipastikan melaju ke babak 16 besar Liga Champions (UCL) musim 2021/2022. Hanya ada empat tiket tersisa yang bakal diperebutkan pada Kamis (9/12) dini hari WIB.

Baca Juga

Setelah melihat daftar klub-klub yang lolos, nyaris tak ada kejutan berarti. Para raksasa, seperti Bayern Muenchen, Liverpool, Real Madrid, Manchester City, Paris Saint-Germain, hingga juara bertahan Chelsea, melenggang mulus. Umumnya nama-nama tersebut berstatus favorit.

Masih ada tim-tim klasik seperti Juventus, Manchester United, Ajax Amsterdam,  yang meramaikan babak sistem gugur nantinya. Terlihat mereka masih bisa bersanding dengan beberapa unggulan di atas. Namun sudah mulai kalah pamor.

Tapi hukum alam sepak bola mengajarkan hal yang sama sepanjang zaman. Nama besar atau status unggulan tak serta merta menjadi modal juara. Semua harus dibuktikan di lapangan.

photo
David Neres (kanan) dari Ajax merayakan dengan rekan setimnya setelah mencetak 3-1 selama pertandingan sepak bola grup C Liga Champions UEFA antara Ajax Amsterdam dan Sporting CP di Johan Cruijff ArenA di Amsterdam, Belanda, Rabu (8/12) dini hari WIB. - (EPA-EFE/MAURICE VAN STEEN)

Dalam kontes ini, Ajax memiliki potensi untuk membalikkan semua prediksi. Penampilan mereka selama babak penyisihan tak banyak diulas. Tapi sebenarnya mengagumkan.

De Joden bisa menjadi pengganggu kenyamanan para elit. Kendati secara historis, wakil Belanda itu termasuk raksasa benua biru. Tapi tak bisa dipungkiri, sejak awal 2000 an, mereka tidak termasuk tim kelas satu di Eropa.

Pada UCL edisi terkini, Ajax sudah memberikan pesan penting. Skuat polesan Erik ten Hag meraih 100 persen kemenangan di Grup C. Teranyar, David Neres dan rekan-rekan mengalahkan Sporting CP 4-2 di Johan Cruyff Arena, Rabu (8/12) dini hari WIB. 

Benar-benar penutup yang sempurna. "Sulit untuk memenangkan satu pertandingan di Liga Champions. Sebuah pencapaian luar biasa ketika memenangkan enam laga berturut-turut," kata Ten Hag, dikutip dari laman resmi Ajax.

Selama babak penyisihan, De Joden konsisten menampilkan permainan menyerang. Sesuatu yang alami sangat mereka kuasai. Dusan Tadic dkk mencetak 20 gol, dan cuma kebobolan lima gol.

 

Ajax membuat tim seperti Borussia Dortmund tak berkutik. Dua kali Dortmund dihajar wakil Belanda ini. Die Borussen bukan anak kemarin sore di panggung Eropa.

Namun elite Belanda dengan kombinasi pemain senior dan beberapa worderkid berhasil meredam agresivitas Erling Haaland dan kawanannya. Itu salah satu contoh dahsyatnya kekuatan De Joden. Lalu apa yang membuat Ajax  menunjukkan performa impresif seperti itu?

"Tidak ada rahasia (untuk kesuksesan kami). Ini hanya tentang kerja keras, secara bersama-sama. Pelatih memberi tahu kami semua yang harus kami ketahui. Kemudian kami hanya mencoba untuk tetap fokus," ujar penyerang klub tersebut, Sebastien Haller, dikutip dari laman resmi UEFA.

Menurut dia, mereka selalu menikmati setiap pelatihan dan pertandingan. Pasalnya target Ajax, menginginkan kemenangan lewat permainan yang bagus dan bertempo tinggi. Ia sendiri tak menyangka sudah mencetak 10 gol di UCL sejauh musim ini berjalan.

"Kami sangat senang dengan energi dan fokus yang kami berikan dalam permainan. Kami hanya berharap, pertandingan berikutnya, akan sama," tutur Haller menambahkan.

Terakhir kali Ajax mengejutkan Eropa pada musim 2018/19 lalu. Saat itu, wakil negeri kincir angin ini melaju hingga semifinal UCL. Dalam perjalannya, De Joden menumbangkan tim seperti Madrid dan Juve.

Kali ini, Ten Hag berpotensi mengulangi pencapaian serupa. Artinya, lagi-lagi para elit perlu mewaspadai mereka. Pemilik Johan Cruyff Arena sedang bagus-bagusnya di berbagai kompetisi.

Ajax juga berada di puncak klasemen Eredivisie. Setelah melewati 15 pekan, Daley Blind dkk meraih 11 kemenangan dan tiga hasil imbang. De Joden hanya sekali terjungkal.

Dengan mengantongi 36 poin, anak asuh Ten Hag unggul sebiji angka atas Feyenoord di kursi runner up. Persaingan memanas. PSV Eindhoven turut meramaikan perburuan gelar lantaran berada di tangga ketiga tabel klasifika (34).

Kembali ke kompetisi Eropa. Saatnya Ajax fokus ke babak 16 besar. Sebagai juara Grup, mereka sudah dinantikan beberapa tim berstatus peringkat kedua di grup lain. Tiga di antaranya, Inter Milan, PSG, juga Atletico Madrid. 

"Senang menjadi bagian dari tim ini, untuk membuat sejarah dengan 18 poin. Tetapi pada akhirnya kami harus memikirkan langkah selanjutnya dan babak berikutnya. Jadi kita lihat saja," ujar gelandang De Joden, Steven Berghuis, penuh antusiasme.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement