Senin 20 Dec 2021 02:50 WIB

Tuchel Kecewa Chelsea Gagal Kalahkan Wolves

Thomas Tuchel mengakui timnya kesulitan untuk beradaptasi dengan permainan Wolves

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Muhammad Akbar
Pelatih kepala Chelsea Thomas Tuchel memberi isyarat saat pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Chelsea dan Burnley di stadion Stamford Bridge di London, Sabtu (6/11/2021).
Foto: AP/Frank Augstein
Pelatih kepala Chelsea Thomas Tuchel memberi isyarat saat pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Chelsea dan Burnley di stadion Stamford Bridge di London, Sabtu (6/11/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, WOLVERHAMPTON -- Pelatih Chelsea Thomas Tuchel dibuat frustasi oleh hasil imbang 0-0 melawan Wolverhampton. Rasa itu muncul karena the Blues saat ini tertinggal dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris. Chelsea, yang sempat minta pertandingan ditunda, tidak diperkuat tujuh pemain intinya terkait dengan Covid-10.

Romelu Lukaku, Timo Werner dan Kai Havertz tidak masuk dalam skuad the Blues. Artinya Chelsea tanpa striker dalam pertandingan di Molineux tersebut. Namun Chelsea tetap berusaha untuk bisa menang. Manajer Chelsea Thomas Tuchel mengakui timnya kesulitan untuk beradaptasi dengan permainan Wolves.

Tapi Tuchel menilai permainan timnya di babak kedua sudah cukup kuat. ''Sulit untuk mencetak gol di sini, itu jelas. Untuk menganalisis pertandingan ini dalam isolasi, saya baik-baik saja dengan itu. Saya sangat senang dengan bagaimana kami bermain di babak kedua,'' ungkap Tuchel, dikutip dari Skysports, Senin (20/12).

Tapi Tuchel merasa kecewa karena timnya kembali kehilangan poin. Apalagi sebelumnya juga kehilangan poin di kandang saat melawan Burnley, Manchester United dan Everton. Akibatnya, Chelsea kini tertinggal enam poin dari Manchester City di puncak klasemen.

Namun bukan berarti Chelsea mengalami krisis. The Blues hanya sekali kalah dalam 12 pertandingan terakhir di Liga Inggris. Hanya saja, ini hasil imbang keempat dalam delapan pertandingan terakhir.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement