Sabtu 25 Dec 2021 10:50 WIB

Semifinal Piala AFF, Shin Enggan Pikirkan Kans Adu Penalti Timnas Vs Singapura

Malam ini, Indonesia cuma perlu menang 1-0 untuk ke final.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Skuad Timnas Indonesia berpose di hadapan fotografer sebelum bertanding melawan Timnas Singapura dalam pertandingan Semi Final Leg 1 Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Rabu (22/12/2021).
Foto: ANTARA FOTO/Humas PSSI
Skuad Timnas Indonesia berpose di hadapan fotografer sebelum bertanding melawan Timnas Singapura dalam pertandingan Semi Final Leg 1 Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Rabu (22/12/2021).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional (Timnas) Indonesia akan kembali menghadapi Singapura pada leg kedua semifinal Piala AFF 2020, Sabtu (24/12) malam WIB. Hasil imbang pada laga sebelumnya menuntut skuad Garuda untuk meraih kemenangan agar bisa lolos ke babak final. 

Di partai berbeda, Thailand menang 2-0 atas Vietnam pada leg pertama semifinal Piala AFF 2020, Kamis (23/12), untuk mengakhiri rekor tak terkalahkan Vietnam selama dua tahun terakhir, tepatnya dalam 32 laga beruntun melawan tim Asia Tenggara di berbagai level. 

Baca Juga

Dengan ini, peluang Vietnam untuk lolos ke babak selanjutnya menjadi sangat tipis. Di sisi lain, Indonesia punya peluang yang sama besar dengan Singapura. Melihat dari pertandingan sebelumnya, tidak salah jika lebih menjagokan Indonesia untuk lolos ke babak final nanti. 

Masyarakat Indonesia patut bangga dengan performa skuad Garuda di bawah asuhan Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea selatan itu berhasil membuat Evan Dimas dkk berkembang pesat. Tak heran jika tim-tim lawan khususnya di level Asia Tenggara, mewaspadai Indonesia. 

Di pertandingan sebelumnya, Shin menyebut pemain Indonesia kelelahan setelah empat pertandingan beruntun di fase grup. Indonesia yang sempat unggul 1-0 melalui gol cantik Witan Sulaeman pun harus puas dengan hasil imbang 1-1 setelah beberapa kali menerima ancaman di depan gawang. 

Tapi, gol berkelas Witan pada laga tersebut memang patut diapresiasi. Berawal dari akselerasi Asnawi Mangkualam yang berhasil memotong bola dari lawan dan bangkit setelah sempat terjatuh, Asnawi kemudian melakukan umpan satu dua bersama Witan. 

Masyarakat Indonesia tentu berharap permainan skuad Garuda bertahan di level ini atau bahkan berkembang lebih jauh lagi. Shin memadtikan telah mempersiapkan tim dengan lebih baik untuk memperoleh hasil maksimal. Melihat dari apa yang dipersiapkan, Shin menunjukkan keyakinan bisa meraih kemenangan pada laga nanti. 

"Saya tidak berpikir tentang adu penalti, memang bisa jadi akan adu penalti, tapi itu tidak ada di rencana saya," kata Shin dalam konferensi pers virtual jelang pertandingan, Jumat (24/12). 

Shin memastikan tim akan bekerja lebih keras lagi melawan Singapura di leg kedua. Ia mengakui strategi yang digunakannya kurang tepat karena ternyata Singapura menggunakan strategi yang berbeda dari pertandingan di fase grup. Menurutnya, Singapura punya performa yang lebih baik dibandingkan saat di fase grup. 

"Pemain yang perlu diwaspadai di antaranya nomor 9 (Ikhsan Fandi) dan nomor 15 (Song Uiyong). Di lini pertahanan ada nomor 21 (Safuwan Baharudin) dan 17 (Irfan Fandi). Jadi kita harus mempersiapkan diri untuk bermain lebih baik besok," kata dia. 

Di sisi lain, pemain Timnas Indonesia, Ramai Rumakiek menilai hasil yang kurang memuaskan dari laga sebelumnya disebabkan oleh mentalitas pemain. Menurutnya mental pemain seketika ambruk ketika Singapura menyamakan kedudukan, terlebih ribuan penonton di tribun mayoritas adalah pendukung Singapura. 

"Mungkin kita sulit lawan tuan rumah, dari segi mental dan ribuan suporter di stadion. Kami akan memperbaiki mental kami lawan Singapura besok," kata Ramai. 

"Leg pertama saya tidak main karena akumulasi kartu, tapi saya rasa pemain tidak begitu capek, strategi juga bagus. Saya lihat dari tribun mungkin dari segi mental sedikit down ketika kebobolan setelah unggul jadi kita lengah pertahanan kita," ujar dia menambahkan. 

Selain itu, pertandingan dengan Singapura nanti akan digelar tepat di hari raya natal. Ramai memastikan itu tidak menjadi masalah baginya untuk tetap bermain di hari besar umat kristiani. Menurutnya justru ini menjadi sebuah kebanggaan untuk membela negara di hari yang istimewa tersebut. 

"Kami siap membela negera meskipun itu adalah hari natal," ujarnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement