Sabtu 01 Jan 2022 21:35 WIB

Ditahan Indonesia 2-2, Thailand Juarai Piala AFF 2020

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Didi Purwadi
Pesepak bola Timnas Indonesia Alfreanda Dewangga (kedua kiri) dan Pratama Arhan (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Thailand Teerasil Dangda (kedua kanan) dalam pertandingan Babak Final Leg 2 Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Sabtu (1/1/2022).
Foto: ANTARA/Flona Hakim
Pesepak bola Timnas Indonesia Alfreanda Dewangga (kedua kiri) dan Pratama Arhan (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Thailand Teerasil Dangda (kedua kanan) dalam pertandingan Babak Final Leg 2 Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Sabtu (1/1/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Timnas Indonesia harus merelakan trofi juara setelah hanya mampu menahan imbang Thailand di leg kedua final Piala AFF 2020 di Stadion Nasional, Singapura, Sabtu (1/12) malam WIB. Pertandingan berakhir dengan skor 2-2.

Hasil imbang tersebut membuat Thailand memastikan gelar juara Piala AFF 2020 dengan agregat 6-2. Pasukan Gajah Perang, julukan Timnas Thailand, sebelumnya menang telak 4-0 atas Indonesia di leg pertama pada Rabu kemarin.

Babak Pertama

Thailand langsung menekan pertahanan Indonesia di menit-menit awal pertandingan. Tim asuhan Alexandre Polking mendapat peluang pertamanya saat laga memasuki menit kedua. Beruntung pertahanan Indonesia masih bisa mengatasinya.

Indonesia berhasil mencuri keunggulan lebih awal di menit kedelapan. Berawal dari akselerasi Rumakiek yang memberikan umpan tarik kepada Witan, dilanjutkan kepada Kambuaya yang melepaskan tembakan langsung ke gawang. Skor 1-0 untuk Indonesia.

Namun, sejurus kemudian Thailand langsung memberikan ancaman. Terasil bermanuver ke area penalti. Beruntung Nadeo bisa menepis percobaan langsung ke gawang. Selanjutnya bola rebound masih dapat diblokir oleh pemain belakang Indonesia.

Indonesia terus menerima tekanan. Pelanggaran di depan kotak penalti Indonesia di menit kesembilan. Berlanjut ke tendangan sudut dua kali beruntun. Di kesempatan terakhir Supachok melepaskan tembakan dari jarak yang sangat dekat, beruntung bola membentur mistar dan keluar lapangan.

Di menit ke-33, Indonesia mendapat peluang dari tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti setelah pelanggaran yang dilakukan terhadap Kambuaya. Namun, tendangan Alfeandra masih membentur pagar hidup dan menghasilkan tendangan sudut.

Indonesia terus memberikan tekanan ke area pertahanan Thailand. Tapi pertahanan Thailand masih terlalu solid untuk ditembus.

Belum ada peluang berarti yang membahayakan gawang Thailand. Hingga menit ke-40. Indonesia terus berusaha menciptakan ruang. Namun, skor bertahan 1-0 bagi Indonesia hingga turun minum.

Babak Kedua

Di babak kedua, Indonesia mendapat tekanan di menit-menit awal pertandingan. Thailand secara terorganisir membangun serangan ke area pertahanan Indonesia. Sementara itu, skuad Garuda berusaha untuk memberikan ancaman dari skema serangan balik.

Thailand akhirnya menyamakan kedudukan di menit ke-54. Adisak berhasil memanfaatkan kemelut yang terjadi di area penalti Indonesia untuk merubah skor menjadi 1-1. Tak lama berselang, Thailand membalikkan keadaan menjadi 2-1 melalui gol yang diciptakan oleh Sarach.

Sejurus kemudian, Indonesia berusaha mengejar ketertinggalan mereka. Skuad Garuda tampak terus menekan pertahanan Thailand. Beberapa peluang berhasil tercipta di depan gawang. Seperti tandukan Alfeandra dan upaya dari Hanis yang sayangnya masih belum tepat sasaran.

Di menit ke-80, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang diciptakan oleh Egy setelah mendapat umpan terobosan ke area penalti Thailand. Skor berubah sementara menjadi 2-2. Skor itu bertahan hingga peluit panjang tanda pertandingan berakhir ditiup oleh wasit. 

Berikut adalah susunan pemain kedua tim:

Thailand: Siwarak Tedsungnoen; Narubadin Weerawatnodom, Pawee Tanthatemee, Kritsada Kaman, Theerathon Bunmathan; Bodin Phala, Sarach Yooyen, Thanawat Siengchitthawon, Supachok Sarachat; Chanathip Songkrasin; Teerasil Dangda.

Indonesia: Nadeo Argawinata; Asnawi Mangkualam, Fachruddin Aryanto, Alfeandra Dewangga, Pratama Arhan; Witan Sulaeman, Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri, Ramai Rumakiek: Dedik Setiawan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement