Kamis 24 Feb 2022 03:21 WIB

Sedih Juve Ditahan Imbang Villarreal, Penyanyi Ello Kangen Sosok Andrea Pirlo

Juventus memang tercatat lebih mengedepankan permainan dari sisi lapangan.

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto
Penyanyi Marcello Tahitoe atau dikenal Ello.
Foto: Instagram Ello
Penyanyi Marcello Tahitoe atau dikenal Ello.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil imbang yang didapat Juventus 1-1 melawan Villarreal pada leg pertama 16 besar Liga Champions 2021/2022 di Estadio de la Ceramica tengah pekan kemarin. Hasil itu menyita perhatian penyanyi top Indonesia, Ello.

"Rindu nonton Juve menguasai pertandingan dengan mayoritas ball possesion," tulis sang Ello dalam akun resmi Twitter pribadinya @MarcelloTahitoe dilansir Republika.co.id, Kamis (24/2/2022).

Baca Juga

Berkunjung ke markas tim La Liga Spanyol, Juventus sejatinya sukses membuka keunggulan berkat gol cepat penyerang anyar Dusan Vlahovic pada menit ke-1.

Harapan Juve untuk membawa pulang kemenangan kandas setelah tuan rumah Villarreal mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-88 melalui pemain tengah Dani Parejo. Hingga peluit akhir pun skor imbang 1-1 bertahan untuk kedua tim.

Merujuk pada hasil tersebut penyanyi beken bernama lengkap Marcello Tahitoe, Ello mengungkapkan perasaan rindunya pada penampilan Juve yang bisa menjaga ritme pun tempo permainan layaknya Andrea Pirlo.

Selain bermain lebih cepat dan mengandalkan kekuatan fisik, Ello berpendapat apabila hal itu yang membuat kondisi beberapa pemain i Bianconeri cedera.

"Tidak perlu lari-lari kesurupan kayak sekarang (pantes pada cedera semua pemain). Tinggal di atur playmaker (rindu Pirlo di posisi itu) set up terus gol," sambung pernyataan pemilik tembang Kisah Kita T'lah Usai.

Bianconeri memang kesulitan untuk menemukan sosok maestro seperti Pirlo dalam kurun waktu terakhir. Sempat memiliki Miralem Pjanic namun sang pemain berakhir pada tukar guling dengan Arthur Melo. Gelandang asal Brasil, Arthur, yang diproyeksikan sebagai penerus Pirlo ternyata gagal bersinar dengan tim pemilik dua gelar Liga Champions itu.

Menukil Whoscored, Juventus memang tercatat lebih mengedepankan permainan dari sisi lapangan dengan mengandalkan pergerakan pemain sayap pun bek sayap untuk bermain lebih ke depan.

Tercatat persentase serangan Juve lebih besar dari sektor sayap kanan dengan total 41 persen, serta pergerakan sayap kiri 40 persen. Sementara untuk permainan di lini tengah Juve hanya mencatat 19 persen.

Mengandalkan permainan sayap memang jadi landasan pelatih Juve Massimiliano Allegri dengan menerapkan formasi 4-4-2 atau 4-3-3. Sang juru taktik mengharapkan insting membunuh Federico Cheisa, Paulo Dybala, Federico Bernardeschi, atau dua gelandang sayap Weston McKennie serta Juan Cuadrado.

Akan tetapi dengan badai cedera yang menerpa skuad Si Nyonya Tua, Allegri sepertinya kehabisan sosok pemain yang dapat menjalankan peran tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement