Selasa 05 Apr 2022 16:26 WIB

Jelang Vs Atletico, Laporte: Pendekatan Man City Contoh Ideal Permainan Sepak Bola

Man City memainkan sepak bola menyerang dan punya pergerakan tanpa bola konsisten.

Rep: Frederikus Bata/ Red: Endro Yuwanto
Bek Manchester City, Aymeric Laporte.
Foto: AP/Rui Vieira
Bek Manchester City, Aymeric Laporte.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Manchester City mendapat lawan tangguh pada perempat final Liga Champions musim 2021/2022. Man City berhadapan dengan Atletico Madrid.

Leg pertama berlangsung di Inggris. Tepatnya di Stadion Etihad, Manchester, Rabu (6/4/2022) dini hari WIB. Bek tengah tuan rumah, Aymeric Laporte bereaksi.

Baca Juga

Ia mengenal kubu tamu dengan baik. Pada masa lalu, Laporte memperkuat Athletic Bilbao. Ia sering bertemu Los Colchoneros di kompetisi domestik di Spanyol.

Ia juga memiliki banyak rekan di tim nasional Spanyol yang berkostum Atletico. Jelas, ia menghormati calon lawan. Tapi sosok bernomor punggung 14 itu percaya diri the Citizens mampu meraih hasil positif.

Laporte bangga dengan gaya bermain timnya. Di era Pep Guardiola, pasukan biru langit merupakan tim yang memainkan sepak bola menyerang. Ada pergerakan tanpa bola yang konsisten diperagakan.

"Kami adalah contoh bagaimana memainkan sepak bola yang bagus agar bisa unggul di semua area," kata Laporte dikutip dari Football Espana, Selasa (5/4/2022).

Ia tak memungkiri, terkadang Man City harus membayar mahal. The Citizens mendulang banyak peluang, tapi beberapa kali gagal mencetak gol.

Jika beruntung, kubu lawan bisa memanfaatkan kesalahan operan para penggawa the Citizens. Kendati demikian, Laporte menegaskan, Man City tak pernah mengubah cara bermain yang sudah menjadi identitas the Sky Blues tersebut. Wakil Inggris itu diunggulkan menjadi pemenang atas Los Colchoneros.

Skuad polesan Pep Guardiola baru saja menumbangkan tuan rumah Burnley, dua gol tanpa balas di Liga Primer Inggris. Sebuah modal berharga jelang lawatan ke Eropa. Pep seakan dihantui rasa penasaran.

Ia telah meraih segalanya bersama Man City di ranah domestik. Tapi ia belum jua mendapatkan trofi si kuping lebar. Musim lalu, timnya lolos ke final.

Sayang, pada laga puncak di Portugal, Man City dikalahkan Chelsea. Kini, Laporte dan rekan-rekan ingin membayar kegagalan di Do Dragao. Tapi terlebih dahulu Man City harus melewati adangan Atletico Madrid di perempat final.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement