Sabtu 30 Apr 2022 08:45 WIB

Lampard Enggan Pikirkan Masa Depan, Fokus Bawa Everton Keluar dari Zona Degradasi

Lampard bersedia tetap tangani Everton andai terdegradasi ke Divisi Championship.

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah
 Pelatih kepala Everton Frank Lampard.
Foto: AP/Rui Vieira
Pelatih kepala Everton Frank Lampard.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Frank Lampard menegaskan kalau ia berniat terus memimpin Everton pada masa depan, tak peduli di level kompetisi mana the Toffees bermain. Dengan ancaman nyata terdegradasi, peran Lampard dan stafnya mulai dipertanyakan, jika kemungkinan terburuk benar-benar terjadi. Namun, pelatih berusia 43 tahun itu akan mengerahkan segalanya supaya bisa menyelamatkan the Toffees dari jurang degradasi.

Akan tetapi, ia juga realistis akan ada ancaman pemecatan jika Everton turun kasta ke Divisi Championship. Sebab pemegang saham mayoritas, Farhad Moshiri, tidak akan memiliki kesabaran yang cukup dengan sang manajer. Lampar menjadi manajer permanen ketujuh dalam enam tahun terakhir buat Everton.

Baca Juga

"Saya tidak tertarik dengan pertanyaan itu (soal masa depan), tapi apa yang akan saya bilang adalah saya menyukai setiap menit berada di klub ini. Kadang orang luar bertanya ke saya, karena posisi kami saat ini," kata Lampard, dikutip dari Daily Mail, Sabtu (30/4/2022).

Ia mengaku diterima dengan baik oleh fan Everton. Alasan ini membuat dia bertekad untuk melakukan yang terbaik untuk bisa membawa klub ke tempat yang seharusnya. Ini pula yang membuat mantan pelatih Chelsea itu tidak mau bicara soal masa depan. Yang bisa ia janjikan adalah dedikasinya untuk terus berjuang bersama Everton jika diinginkan oleh klub. 

"Saya akan membawa mereka ke tempat yang menurut saya bisa kami raih," kata Lampard.

Everton akan menjalani laga wajib menang melawan Chelsea di Goodison Park, Ahad (1/5/2022). Jika menang, Everton akan naik ke posisi 17. The Toffees masih punya satu pertandingan di tangan dari Burnley yang di peringkat 17 dengan selisih jarak dua poin. Namun kalau Everton kalah, situasi akan makin sulit bagi tim asal Merseyside tersebut.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement