Jumat 03 Jun 2022 06:53 WIB

Coco Gauff Tantang Swiatek di Final French Open

Coco Gauff yang berusia 18 tahun itu mencapai semifinal Grand Slam pertamanya.

Petenis remaja Amerika Serikat Coco Gauff merayakan keberhasilannya melangkah ke final French Open 2022 setelah mengalahkan petenis Italia Martina Trevisan dengan 6-3, 6-1 di semifinal.
Foto: EPA-EFE/YOAN VALAT
Petenis remaja Amerika Serikat Coco Gauff merayakan keberhasilannya melangkah ke final French Open 2022 setelah mengalahkan petenis Italia Martina Trevisan dengan 6-3, 6-1 di semifinal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petenis remaja Amerika Serikat Coco Gauff menaklukkan petenis Italia Martina Trevisan dengan 6-3, 6-1 pada Kamis (2/6/2022) waktu Paris untuk menjadi finalis French Open termuda dalam 21 tahun terakhir. Ia akan menantang petenis nomor satu dunia Iga Swiatek.

Petenis berusia 18 tahun itu mencapai semifinal Grand Slam pertamanya. Gauff akan meladeni petenis yang tengah dalam performa terbaik, mencatatkan 34 pertandingan beruntun tanpa kalah.

Baca Juga

"Saya agak kaget. Saya tak punya kata-kata untuk melukiskan bagaimana perasaan saya saat ini," kata Gauff dalam wawancara lapangan seperti dikutip Reuters. "Jujur, hari ini saya tidak gugup yang mana sungguh mengejutkan. Satu-satunya momen saya sedikit gugup adalah saat pagi hari. Saya jalan-jalan dan itu menjernihkan pikiran saya."

Gauff yang belum kehilangan satu set pun dalam turnamen itu, merupakan finalis termuda Grand Slam dalam usia 18 tahun. Ia membutuhkan waktu untuk menemukan ritmenya dengan bertukar break bersama Trevisan dalam awal laga. Namun begitu dia menemukan cara menjinakkan forehand lawannya yang merupakan petenis kidal, Gauff merampas set pertama setelah memenangkan tiga gim terakhir.

Trevisan mengambil istirahat untuk perawatan medis untuk mengencangkan betisnya. Namun segalanya semakin buruk saat petenis berusia 28 tahun membuat total 36 kesalahan, di mana Gauff menekannya dengan backhand dan terus memojokkan dia.

Gauff juga terus menyerang lewat servisnya ketika saat bersamaan sang petenis Italia hanya 46 persen dalam efektivitas servisnya. Gauff yang berperingkat ke-23 dunia kembali break dalam sebuah gim memakan waktu 14 menit saat memimpin 3-1. Setelah itu dia tak tertahankan untuk menyegel kemenangan terbesar dalam kariernya dari match point pertamanya.

Trevisan yang berada di ranking 59 tadinya bisa menjadi finalis berperingkat terendah yang masuk final French Open. Sayangnya, Gauff menggagalkan rekor itu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement