Selasa 19 Jul 2022 14:13 WIB

Polisi Izinkan Stadion GBLA Digunakan untuk Gelaran Liga 1

Namun, kapasitas penonton dibatasi hanya 75 persen atau sekitar 29 ribu kursi.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Endro Yuwanto
Petugas Dishub memperbaiki penerangan jalan di halaman Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, belum lama ini. Polda Jawa Barat mengizinkan Stadion GBLA digunakan untuk pelaksanaan pertandingan Liga 1 yang akan dimulai 30 Juli 2022 mendatang.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Petugas Dishub memperbaiki penerangan jalan di halaman Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, belum lama ini. Polda Jawa Barat mengizinkan Stadion GBLA digunakan untuk pelaksanaan pertandingan Liga 1 yang akan dimulai 30 Juli 2022 mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Polda Jawa Barat mengizinkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) digunakan untuk pelaksanaan pertandingan Liga 1 yang akan dimulai 30 Juli 2022 mendatang. Namun, kapasitas penonton dibatasi hanya 75 persen atau sekitar 29 ribu kursi dari total 38 ribu kursi yang ada.

"Pertama (Liga 1) ini akan dilaksanakan di Stadion GBLA. Kemudian, penggunaan GBLA sudah disesuaikan dengan rekomendasi dari PUPR, yakni dapat digunakan dengan kapasitas optimal," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo, Selasa (19/7/2022).

Baca Juga

Namun begitu, dengan kondisi Kota Bandung yang berada pada PPKM level satu, maka kapasitas dibatasi 75 persen. Total kursi di Stadion GBLA mencapai 38 ribu dan yang dapat digunakan hanya 29 ribu. "Kami masih mempertimbangkan PPKM sehingga menyesuaikan dengan kapasitas 75 persen dari kapasitas sepenuhnya sehingga bisa ditampung 29 ribu," kata Ibrahim.

Ibrahim melanjutkan, pihaknya akan melakukan pengaturan arus kedatangan pengunjung yang akan ke Stadion GBLA. Tiket akan dijual secara online dan tidak boleh dijual offline. "Untuk pembelian online dilaksanakan di luar, apabila di lapangan ada penjualan tiket kami akan berusaha mengamankannya," jelasnya.

Ibrahim menambahkan, pihaknya akan mengarahkan penonton yang tidak memiliki tiket untuk pergi dari stadion agar tidak terjadi penumpukan. Selain itu, tidak akan disediakan layar di luar stadion untuk meminimalisasi kerumunan.

"Bagi masyarakat diimbau yang memang tidak punya tiket tidak perlu datang karena tidak akan diberikan kesempatan menonton walau di akhir pertandingan. Jadi betul-betul sesuai regulasi," tegas Ibrahim.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement