REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Legenda hidup Liverpool, Robbie Fowler mengecam para pengkritik Darwin Nunez. Situasi bermula dari aksi Nunez selama pra-musim edisi terkini.
Eks Benfica itu didatangkan dengan harga selangit. Demi mendapatkan jasa sang penyerang, the Reds mengeluarkan 64 juta pounds (Rp 1,14 triliun). Angka tersebut bisa bertambah menjadi 85 juta pounds (Rp 1,5 triliun), di kemudian hari.
Tergantung pada performa Nunez tentunya. Fakta demikian membuat pria Uruguay ini berstatus pemain termahal yang pernah didatangkan Merseyside Merah. Ia memecahkan rekor Virgil van Dijk.
Wajar jika ekspektasi terhadap sang penyerang, sangat tinggi. Nunez pun menjalani tur bersama rekan-rekan barunya. Ia gagal menggetarkan jala lawan ketika anak asuh Juergen Klopp berhadapan dengan Manchester United dan Crystal Palace.
Keadaan demikian memicu reaksi beragam. Penggemar rival dan kritikus menggunakan momen itu untuk menyerang pesepakbola 23 tahun tersebut. Seolah tersengat, jebolan akademi Penarol langsung tancap gas pada uji coba ketiga.
Beberapa hari lalu, Liverpool bertemu RB Leipzig di Red Bull Arena. Pasukan Klopp unggul 5-0 atas tuan rumah. Nunez mencetak quattrick alias empat gol dalam laga tersebut.
Lewat kolomnya di Mirror, Fowler menyebut reaksi para pengkritik Nunez, menggelikan. Bagaimana mungkin, mereka menilai performa seseorang hanya lewat dua laga uji coba.
Tokoh 47 tahun ini memahami, di era sepak bola modern, para pemain besar, akan mendapat sorotan jika tidak mencetak gol di setiap pertandingan.
Konteksnya untuk para penyerang. Budaya demikian, kurang masuk logikanya. Apalagi untuk pemain yang baru saja bergabung dan tampil di pertandingan pemanasan.
"Nunez datang ke Liverpool setelah menjalani musim yang fantastis di Benfica. Juergen Klopp membelinya untuk beberapa tahun ke depan, bukan untuk satu pramusim," petikan lain dalam tulisan Fowler, dikutip dari liverpoolecho.co.uk, Senin (25/7).
Ia melihat Klopp senang dengan proses adaptasi dan cara berlatih sang bomber. Sejauh ini, menurutnya, itu yang paling penting.