Kamis 22 Sep 2022 16:27 WIB

Alexander-Arnold Dinilai Alami Problem Mentalitas Bertanding

Padahal, sebagai pemain bertahan, Alexander-Arnold dianggap cukup mumpuni.

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto
Pemain belakang Liverpool, Trent Alexander-Arnold.
Foto: EPA-EFE/FACUNDO ARRIZABALAGA
Pemain belakang Liverpool, Trent Alexander-Arnold.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Performa Trent Alexander-Arnold bersama Liverpool pada awal musim ini menjadi sorotan tajam. Bek kanan asal Inggris itu kerap melakukan kesalahan, terutama saat Liverpool tengah bertahan yang berujung pada bobolnya gawang the Reds.

Performa mengecewakan bek kanan berusia 23 tahun itu begitu terlihat saat Liverpool dibekap Napoli, 1-4, di laga perdana penyisihan Grup A Liga Champions, awal bulan lalu. Kegagalan Alexander-Arnold dalam mengantisipasi pergerakan Khvicha Kvaratskhelia berujung gol buat I Partenopei.

Baca Juga

Di sisi lain, performa Alexander-Arnold dinilai begitu impresif saat membantu serangan. Jebolan akademi sepak bola Liverpool memiliki kemampuan untuk melepaskan umpan lambung yang akurat. Lewat kemampuan ini, Alexander-Arnold mampu menyumbang 19 assist dari 47 penampilan di semua ajang pada musim lalu.

Mantan pelatih timnas Inggris, Glenn Hoddle, menilai, Alexander-Arnold tengah mengalami problem dalam hal mentalitas bertanding pada awal musim ini. Kondisi ini berimbas pada performa buruk Alexander-Arnold, terutama saat bertahan. Padahal, sebagai pemain bertahan, Alexander-Arnold dianggap cukup mumpuni.

''Apa yang terjadi padanya adalah soal mentalitas bertanding. Sepertinya, 80 persen dari pikirannya fokus pada penyerangan, tidak pada bertahan. Saya sudah melihat dia tampil bertahan dengan sangat baik. Dia harus kembali ke level itu,'' ujar Hoddle seperti dikutip SportsKeeda, Kamis (22/9/2022).

Hoddle pun mengakui sempat begitu terkesan dengan kemampuan bertahan Alexander-Arnold. Mantan gelandang Tottenham Hotspur itu merujuk pada performa Alexander-Arnold saat tampil menghadapi Manchester City, beberapa tahun silam.

Saat itu, Man City masih mengandalkan Leroy Sane di sisi sayap kanan. ''Saat itu, dia masih sangat muda dan sudah tampil di Liga Primer Inggris menghadapi City. Laga itu adalah ujian buat dia, terutama dalam kemampuan bertahan. Dia menjawabnya dengan begitu apik dan mampu meredam Sane. Saat itu, saya berpikir, pemain ini memiliki keseimbangan antara penyerangan dan bertahan,'' ujar Hoddle.

Demi bisa mengembalikan kemampuan Alexander-Arnold tersebut, Hoddle menyarankan tim pelatih the Reds, yang dipimpin Juergen Klopp, bisa melakukan pendekatan khusus kepada pemain kelahiran Liverpool tersebut. Tim pelatih, kata Hoddle, harus bisa menyakinkan Alexander-Arnold untuk lebih baik saat bertahan.

''Dia adalah pemain sensasional. Dia lebih dari sekadar bek sayap. Dia bisa menjadi winger dan gelandang. Seseorang perlu duduk bersamanya dan mengatakan kepada dia untuk bisa membuktikan diri dalam kemampuan bertahan,'' kata pelatih timnas Inggris di gelaran Piala Dunia 1998 tersebut.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement