Kamis 24 Nov 2022 19:10 WIB

FAI Belum Pastikan Sikap Dukungannya untuk Infantino di Pemilihan Presiden FIFA

Dukungan Infantino berkurang karena dilarangnya penggunaan ban kapten ban pelangi

Rep: reja irfa widodo/ Red: Muhammad Akbar
 Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan konferensi pers di Doha, Qatar, 19 November 2022. Piala Dunia FIFA Qatar 2022 akan berlangsung dari 20 November hingga 18 Desember 2022.
Foto: EPA-EFE/MOAHAMED MESSARA
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan konferensi pers di Doha, Qatar, 19 November 2022. Piala Dunia FIFA Qatar 2022 akan berlangsung dari 20 November hingga 18 Desember 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBLIN -- Federasi Sepak Bola Irlandia (FAI) enggan memberikan konfirmasi soal potensi dukungan terhadap Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2023 mendatang.

Infantino digadang-gadang bakal kembali terpilih sebagai Presiden FIFA dalam Kongres FIFA yang akan dihelat di Ibukota Rwanda, Kigali. Pasalnya, nama Infantino menjadi satu-satunya nama yang diajukan dalam batas akhir pengajuan kandidat pemilihan Presiden FIFA pada Rabu (23/11) waktu setempat.

Mantan Sekretaris Jenderal UEFA itu disebut-sebut telah mendapatkan dukungan dari mayoritas anggota FIFA, termasuk dari konfederasi dan sejumlah federasi nasional.

Kendati begitu, FAI dilaporkan tidak mau memberikan kepastian terkait dukungan kepada Infantino dalam ajang pemilihan Presiden FIFA di Kongres FIFA edisi ke-70 tersebut.

Pada Kongres FIFA ke-69 pada 2019 silam, FAI diketahui memberikan dukungan kepada Infantino. ''FAI menolak untuk memberikan komentar terkait posisi yang akan diambil di pemilihan Presiden FIFA tersebut.”

“Para petinggi FAI masih melakukan evaluasi dan memantau perkembangan situasi, terutama selama gelaran Piala Dunia 2022, sebelum akhirnya mengambil keputusan,'' tulis laporan The Independent, Kamis (23/11).

Sebelumnya, Presiden Federasi Sepak Bola Denmark (DBU), Jesper Moeller, menegaskan, DBU tidak akan mendukung Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA mendatang.

Hal ini sebagai bentuk protes dan kekecewaan terhadap Infantino, selaku Presiden FIFA, yang menolak usulan sejumlah negara Eropa, termasuk Denmark, untuk mengenakan ban kapten berwarna pelangi di Piala Dunia 2022.

Penggunaan ban berwarna pelangi oleh masing-masing kapten timnas bentuk protes terhadap diskriminasi yang dilakukan Pemerintah Qatar terhadap kelompok LBTQ+. Begitu pula dengan bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran HAM terhadap pekerja migran di Qatar.

''Ada 211 negara anggota FIFA, dan petahana telah mendapatkan dukungan dari 207 negara. Namun, Denmark tidak termasuk dalam negara tersebut. Memang hanya ada satu kandidat, tapi masih ada waktu untuk kemunculan kandidat lain. Denmark tidak akan mendukung presiden saat ini,'' kata Moeller, beberapa waktu lalu.

Apabila kembali terpilih sebagai Presiden FIFA, maka Infantino akan melakoni periode ketiga sebagai orang nomor satu di otoritas tertinggi sepak bola internasional tersebut. Pria asal Swiss itu pertama kali dipercaya menjabat sebagai Presiden FIFA dalam kongres luar biasa FIFA pada 2016 silam.

Saat itu, Infantino menggantikan Issa Hayatou, yang bertindak sebagai presiden sementara FIFA usai pemakzulan Sepp Blatter. Kiprah Infantino sebagai Presiden FIFA pun berlanjut pada 2019. Infantino terpilih secara aklamasi dalam kongres FIFA ke-69 di Paris tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement