Jumat 13 Jan 2023 07:28 WIB

Persipura Kecewa Keputusan PSSI Hentikan Liga 2

Persipura mempertanyakan klaim PSSI ada 20 klub yang tidak ingin melanjutkan Liga 2.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Manajer Persipura Yan Permenas Mandenas (tengah).
Foto: Dok Humas Persipura
Manajer Persipura Yan Permenas Mandenas (tengah).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persipura Jayapura menyayangkan keputusan PSSI yang memberhentikan kompetisi Liga 2 dan Liga 3 musim 2022/2023. Manajer tim berjuluk Mutiara Hitam, Yan Permenas Mandenas, mengungkapkan kekecewaannya seusai mendengar hasil keputusan rapat komite eksekutif (Exco) PSSI, Kamis (12/1/2023) yang menghentikan kompetisi Liga 2 dan Liga 3 di Tanah Air.

Menurut Mandenas, hal tersebut terkesan terburu-buru mengingat PSSI tidak mempertimbangkan keputusan tim-tim yang menyerukan bergulirnya kembali kompetisi Liga 2. Dia mempertanyakan klaim PSSI ada 20 klub yang tidak ingin melanjutkan pelaksanaan liga 2.

Baca Juga

"Saya sangat menyayangkan keputusan Exco PSSI yang terkesan terburu-buru. Saya rasa apa dasarnya 20 klub yang tidak setuju. Tidak diketahui dari mana saja. Seharusnya PSSI merilis ke publik daftar tim-tim yang merasa keberatan kembali bergulirnya kompetisi kembali," ujarnya.

Dikatakan PSSI bersama operator Liga harus mempertimbangkan keputusannya kembali memberhentikan kompetisi mengingat ada tim-tim yang setuju kembali dilanjutkan. Bahkan beberapa klub di kasta kedua seperti Persipura sudah memenuhi persyaratan dari PSSI dan PT Liga untuk melakukan verifikasi stadion. Persipura sendiri sudah melakukan proses verifikasi Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua dengan nilai kategori baik 74,27%.

Nilai tersebut bahkan melebihi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Tidak heran Persipura ada di garis terdepan untuk mendesak kembali bergulirnya kompetisi.

"Saya pikir keputusan pemberhentian kompetisi perlu dipertimbangkan kembali. PSSI dan PT Liga harus bisa mendengarkan aspirasi dari para tim-tim yang mendukung dan menolak bergulirnya kompetisi. Pada situasi ini, kredibilitas PSSI dan PT Liga sangat dipertanyakan mengingat kompetisi tidak digelar hingga tuntas," Kata anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra.

Sistem kompetisi Liga 2 dan Liga 3 sejatinya harus bergulir mengingat Liga 1 digelar seusai vakum akibat tragedi Kanjuruhan. Akibat persoalan satu klub di Liga 1, tim-tim Liga 2 serta Liga 3 terimbas sehingga akhirnya kompetisi tidak digulirkan dan berhenti di tengah jalan.

"Setelah kompetisi Liga 1 digelar kembali otomatis turnamen di bawahnya bisa bergulir juga. Ini merupakan kesatuan. Seharusnya jika Liga 2 dan Liga 3 ditiadakan, Liga 1 tidak usah digulirkan. PSSI seharusnya melakukan seleksi untuk mencari pemain Timnas Indonesia nantinya atau membuat surat kepada klub-klub untuk bermain di kompetisi luar wilayah," kata dia.

Untuk itu diharapkan ke depannya PSSI dan PT Liga memikirkan ulang keputusan memberhentikan Liga 2 dan Liga 3. Harus ada solusi terbaik dari klub yang setuju kompetisi bergulir dan berhenti agar tidak mencederai nilai-nilai fair play.

"Sekali lagi, federasi harus bisa mengakomodir keputusan-keputusan klub dan harus ada solusi terbaik untuk tim-tim yang mendukung serta menolak kompetisi digulirkan," kata dia dalam keterangan medianya.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement