Rabu 01 Feb 2023 17:33 WIB

Liverpool Terus Ditertawakan karena Lini Tengah Rapuh, Klopp Diminta Datangkan Darah Muda

Ini bukan keterpurukan pertama yang dialami Liverpool.

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Para pemain Liverpool merayakan gol Harvey Elliott dalam pertandingan babak keempat Piala FA melawan Brighton and Hove Albion di Stadion Falmer, Brighton, Ahad (29/1/2023).
Foto: AP Photo/Alastair Grant
Para pemain Liverpool merayakan gol Harvey Elliott dalam pertandingan babak keempat Piala FA melawan Brighton and Hove Albion di Stadion Falmer, Brighton, Ahad (29/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, terus menegaskan rencana The Reds di jendela transfer pertengahan musim ini. Liverpool, ujar pelatih asal Jerman itu, tidak akan mendatangkan pemain anyar, tidak terkecuali gelandang, pada pertengahan musim ini.

Padahal salah satu faktor penyebab keterpurukan Liverpool pada musim ini terletak pada kegagalan para gelandang The Reds untuk bersaing dalam memperebutkan kendali di lapangan tengah. Kondisi ini begitu terlihat dalam kala Liverpool dipaksa mengakui keunggulan Brighton and Hove Albion, 1-2, pada putaran keempat Piala FA, akhir pekan lalu.

Baca Juga

''Liverpool secara perlahan sudah kehilangan kendali permainan jauh sebelum Kaoru Mitoma mencetak gol kemenangan Liverpool pada menit pertama masa injury time. Keputusan Klopp untuk melakukan pergantian seluruh gelandang Liverpool di laga itu sudah cukup menjadi sinyal dari masalah di lini tengah Liverpool,'' tulis laporan Liverpool Echo, Rabu (1/2/2023).

Kekalahan dari The Seagulls itu menjadi kekecewaan terakhir yang harus dirasakan The Reds pada musim ini. Liverpool dipastikan gagal mempertahankan titel Piala Liga Inggris dan Piala FA. Di dua turnamen domestik itu, langkah The Reds terhenti di putaran keempat.

Pun dengan keterpurukan di pentas Liga Primer Inggris. Bertengger di peringkat kesembilan papan klasemen sementara Liga Primer Inggris, Liverpool tertinggal 10 poin dari posisi empat besar. Apabila tidak bisa segera bangkit pada paruh kedua musim ini, bukan tidak mungkin, Liverpool bakal gagal finish di empat besar dan absen di pentas Liga Champions musim depan.

Tantangan buat Liverpool tidak berhenti sampai disitu. Di babak 16 besar Liga Champions musim ini, klub asal Merseyside itu akan menghadapi juara bertahan, Real Madrid. Rekor pertemuan Liverpool saat menghadapi Los Blancos pun begitu buruk. Liverpool menelan lima kekalahan dari enam pertemuan terakhir dengan Los Blancos, termasuk saat menyerah di partai final Liga Champions musim lalu.

Ini bukan keterpurukan pertama yang dialami Liverpool. Pada musim 2020/2021, The Reds juga sempat begitu terpuruk. Kondisi ini tidak terlepas dari badai cedera pemain di lini belakang. Kala itu, Klopp benar-benar kehabisan opsi pemain di lini belakang setelah cedera yang menimpa Virgil Van Dijk, Joe Gomez, dan Joel Matip.

''Sementara pada musim ini, problemnya bukan pada kuantitas, tapi pada kualitas pemain. Para petinggi Liverpool sebenarnya sadar perombakan pemain di lini tengah sudah harus dilakukan. Namun, rencana itu masih harus menunggu hingga awal musim depan,'' lanjut laporan Liverpool Echo.

Opsi berbeda justru diambil manajemen Liverpool pada musim ini. Di dua edisi terakhir bursa transfer, The Reds justru mendatangkan pemain-pemain di lini serang, termasuk dengan mendatangkan Darwin Nunez dan Cody Gakpo. Namun, dua pemain tersebut dinilai masih membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi dan mengangkat performa lini depan The Reds.

Liverpool sebenarnya kerap disebut-sebut bakal mendatangkan gelandang anyar, termasuk ketertarikan mendatangkan Jude Bellingham dari Borussia Dortmund. Terlebih, perekrutan Thiago Alcantara pada September 2020 silam menjadi catatan terakhir The Reds mendatangkan pemain anyar di lini tengah secara permanen. 

Kendati begitu, setelah mendapatkan Thiago, sejumlah gelandang juga meninggalkan Liverpool, mulai dari Gini Wijnaldum, Adam Lallana, Marko Grujic, hingga Xherdan Shaqiri. Kehadiran gelandang anyar, yang diharapkan bisa menambal lubang di lini tengah, pun terbilang tidak maksimal. 

Arthur Melo, yang dipinjam dari Juventus, kesulitan untuk bisa benar-benar pulih dan berada dalam kondisi yang bugar. Begitu pula dengan cedera yang kerap membekap Naby Keita. Tidak hanya itu, Liverpool juga menjadi satu dari empat tim di pentas Liga Primer Inggris, yang tidak mendatangkan pemain tengah pada awal musim ini.

''Harus diakui, Liverpool benar-benar mengalami kemunduran pada musim ini. Salah satu harapan terbesar terletak pada perekrutan gelandang dan perombakan besar-besaran di lini tengah. Dengan atau tanpa kehadiran Bellingham, langkah ini diharapkan bisa membawa Liverpool dua langkah lebih baik,'' lanjut laporan Liverpool Echo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement