Selasa 07 Feb 2023 15:42 WIB

Klub Inggris Ramai-Ramai Desak Manchester City Didegradasi dan Hapus Gelar, Ada Apa?

Beratnya hukuman yang akan dijatuhkan kepada City akan segera ditentukan.

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Gilang Akbar Prambadi
 Erling Haaland salah satu pembelian mahal Manchester City musim ini.
Foto: AP/Dave Thompson
Erling Haaland salah satu pembelian mahal Manchester City musim ini.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Deretan tim Liga Primer Inggris menuntut agar Manchester City lengser dari kasta kompetisi tertinggi. Itu buntut atas dugaan tindakan pelanggaran yang dilakukan the Citizens dalam satu dekade terakhir.

Klub asal kota pelabuhan Manchester City akan menjalani penyelidikan dari komisi independen. Seorang kepala yang tidak disebutkan namanya dari salah satu rival Manchester City telah meminta mereka untuk diturunkan dari kompetisi Liga Primer jika dinyatakan bersalah atas 115 pelanggaran Financial Fair Play (FFP).

Baca Juga

City telah menyambut penyelidikan lebih lanjut atas keuangan mereka dan tetap yakin akan dibebaskan dari tuduhan setelah Liga Primer secara eksplosif menuduh mereka melakukan kesalahan.

Adapun mayoritas dugaan pelanggaran aturan dikabarkan telah terjadi antara 2009 hingga 2018, usai pemgbilalihan klub dari investor asal Abu Dhabi yang membuat mereka melejit ke papan atas klasemen.

Otoritas Liga Primer mengatakan City melanggar aturan yang mengharuskan mereka untuk memberikan informasi keuangan yang akurat.

Pun, 115 pelanggaran itu termasuk tuduhan apabila the Citizens gagal memberikan perincian lengkap gaji mantan manajer mereka asal Italia, Roberto Mancini dan perincian besaran upah pemain musim 2010/2011 sampai 2015/2016.

Sebelumnya pihak Manchester City beraksi terhadap tuduhan itu dan menyatakan siap untuk membantu Liga Primer terkait penyelidikan lebih lanjut.

"Manchester City terkejut atas pemberitaan tuduhan pelanggaran peraturan Liga Primer. Namun, klub menyambut baik penyelidikan masalah ini oleh Komisi Independen untuk mengumpulkan bukti komprehensif," demikian pernyataan klub dikutip Mirror, Selasa (7/2/2023).

Investigasi dilakukan tim hukum Liga Primer Bird and Bird. Sedangkan Panel komisi independen ditunjuk oleh Murray Rosen KC, yang merupakan ketua panpel yudisial.

Beratnya hukuman yang akan dijatuhkan kepada Manchester City akan ditentukan oleh hasil penyelidikan Komisi Independen, meski beberapa pihak sudah melihat hasil potensial.

Seorang kepala sebuah klub dilaporkan mengatakan kepada The Sun apabila  tuduhan ini terbukti, harus ada hukuman yang tepat.

"Satu-satunya yang pantas adalah agar mereka terdegradasi. Kami berbicara tentang dugaan pelanggaran selama satu dekade dan ingin Liga Primer melakukan hal yang benar."

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement