Kamis 23 Mar 2023 21:33 WIB

Sheikh Jassim Siap Naikkan Tawaran untuk Membeli MU

Perwakilan keluarga kerajaan Qatar itu sangat ingin membeli raksasa Liga Inggris ini.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Markas Manchester United (MU) Old Trafford. MU sudah resmi akan dijual dengan dua penawaran yang telah masuk.
Foto: AP Photo/Jon Super
Markas Manchester United (MU) Old Trafford. MU sudah resmi akan dijual dengan dua penawaran yang telah masuk.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Sheikh Jassim bin Hamad Al-Thani dilaporkan siap menaikkan tawarannya untuk mengambil alih Manchester United. Menurut The Mirror, dilansir dari tribalfootball, Kamis (22/3/2023), Sheikh Jassim akan menaikkan tawaran menjadi 5,5 miliar Poundsterling minggu ini setelah mereka bertemu dengan perwakilan MU pekan lalu.

Perwakilan keluarga kerajaan Qatar itu sangat ingin membeli raksasa Liga Inggris tersebut. Namun mereka harus bersaing dengan calon pembeli lainnya yakni konglomerat Inggris Sir Jim Ratcliffe melalui INEOS. Namun Ratcliffe enggan terburu-buru menaruh harga.

Baca Juga

Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal baru-baru ini, ia tidak ingin membayar lebih dalam pembelian klub ini. Dengan demikian ini membuka jalan bagi Sheikh Jassim memenangkan persaingkan dalam pembelian klub tersukses di tanah Inggris ini.

Keluarga Glazer telah mengumumkan untuk menjual klub yang dibelinya sejak 2005. Namun kepemilikannya dalam beberapa tahun terakhir mendapatkan sorotan khususnya beberapa bulan terakhir. Mereka dianggap tidak mampu membawa MU berkembang dan hanya mementingkan bisnis semata.

Oleh karena itu desakan agar Glazer hengkang menggema dalam beberapa bulan terakhir. Spanduk-spanduk desakan agar Glazer hengkang sering muncul di dalam stadion. Setelah resmi mengumumkan penjualan klub hanya Sheikh Jassim dan Ratcliffe yang serius melakukan pembicaraan.

Keduanya telah bertemu dengan perwakilan klub beberapa hari lalu. Tetapi keluarga Glazer masih kokoh dengan angka 6 miliar Poundsterling untuk melepas klub. Hal tersebut yang membuat proses penjualan berlangsung lambat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement