Jumat 21 Apr 2023 07:16 WIB

Eriksen Sebut MU Kalah karena Banyak Buat Kesalahan, Bukan Akibat Tekanan Fans Sevilla

Dua blunder berujung gol membuat Sevilla mengalahkan MU 3-0.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Gelandang Manchester United Christian Eriksen
Foto: EPA-EFE/Jose Manuel Vidal
Gelandang Manchester United Christian Eriksen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Christian Eriksen tidak percaya bahwa atmosfer penonton di kandang Sevilla turut berperan dalam kekalahan Manchester United 0-3 dari Sevilla pada Jumat (21/4/2023) dini hari WIB. Setelah membuang peluang pada menit-menit akhir leg pertama di Old Trafford, Erik ten Hag ingin para pemainnya merespons di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan. Namun mereka langsung terlihat tidak percaya diri dengan atmosfer yang tidak bersahabat.

Sevilla hanya membutuhkan tujuh menit untuk mencetak gol setelah sebuah kesalahan David de Gea dan Harry Maguire. Tuan rumah hampir mencetak gol lagi di menit ke-41 saat VAR menganulir gol Lucas Ocampos karena offside.

Baca Juga

Hal tersebut memberikan MU kesempatan untuk membalikkan keadaan di babak kedua. Namun Sevilla membuat skor menjadi 2-0 hanya beberapa saat setelah babak kedua dimulai dan mereka kembali memperbesar keunggulan mereka dengan 10 menit waktu tersisa untuk memastikan hasil akhir.

Dalam proses menuju gol ketiga, De Gea berusaha untuk menghalau bola di luar kotak penalti sebelum salah menendang bola dan meninggalkan gawang kosong di belakangnya untuk kemudian disambar oleh Youssef En-Nesyri dengan baik.

Itu malam yang buruk bagi MU dan Eriksen, berbicara kepada BT Sport, merefleksikan penampilannya setelah kekalahan telak tersebut.

"Banyak hal yang terjadi," kata Eriksen ketika diminta untuk menjelaskan penampilannya. "Kami tidak benar-benar masuk ke dalam permainan sejak menit pertama. Saya pikir kami telah mencoba, tapi hari ini, kami memberikan mereka banyak peluang untuk menghabisi kami. Saya pikir kami kehilangan sedikit ketenangan dalam membangun serangan."

Sevilla memberikan tekanan tinggi yang dinilai Eriksen tidak mampu diatasi MU dengan baik. Ia merasa MU membuat lebih banyak kesalahan daripada yang biasa mereka lakukan.

"Tidak, saya rasa tidak ada hubungannya dengan [atmosfer] itu. Jika kami memberikan gol-gol seperti yang kami lakukan hari ini, kami akan kalah. Tidak ada hubungannya dengan atmosfer. Saya hanya berpikir bahwa permainan kami tidak cukup kuat," tegasnya.

Ia mengaku tidak tahu mengapa hal itu terjadi. Menurut dia, inilah sepak bola. Terkadang tim mengalami hari yang baik, terkadang buruk. "Kami mencoba melakukan semua yang kami bisa untuk menghindarinya, tetapi kami tidak bisa dan kami memiliki pertandingan empat hari lagi untuk membalasnya," kata Eriksen, merujuk ke semifinal Piala FA.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement