Jumat 21 Apr 2023 19:31 WIB

Guardiola Terkesan dengan Napoli dan Hormati Tradisi AC Milan di Liga Champions

Guardiola pun menilai histori AC Milan di ajang Liga Champions patut diperhitungkan.

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola.
Foto: AP Photo/Frank Augstein
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengaku terkesan dengan penampilan Napoli pada kampanye musim ini. Namun, untuk bersaing di Liga Champions persoalan nilai sejarah tidak bisa dikesampingkan.

Guardiola pun menilai histori AC Milan di ajang Liga Champions patut diperhitungkan mengingat i Rossoneri merupakan klub kedua terbanyak mengoleksi trofi Si Kuping Besar dengan total pencapaian tujuh gelar.

Baca Juga

"Bukan kejutan sepak bola Italia. Saya menonton Napoli versus Milan dan saya terkesan dengan performa Partenopei (Napoli)," kata Guardiola menjelaskan dikutip Football Italia, Jumat (21/4/2023).

Napoli tampil dominan dalam dua leg melawan Milan. Sayang, dewi fortuna tak berpihak pada i Vesuviani yang harus menyerah dengan agregat akhir 1-2 di babak perempat final.

Akan tetapi pada kampanye Serie A Liga Italia Napoli tampil begitu konsisten. Napoli kini memuncaki klasemen dengan perolehan 75 poin berkat 24 kemenangan, tiga imbang dan tiga kekalahan.

Berkat kiprah Napoli, Guardiola memberikan rasa hormat kepada skuad besutan Luciano Spalletti. Ia tidak menilai tim selatan Italia mengalami perjalanan musim yang buruk, meski tersisih dari Liga Champions.

"Saya telah menonton Napoli dan saya terkesan dengan gaya permainannya. Mereka akan memenangkan gelar dan kita akan lihat apa yang akan mereka lakukan di Liga Champions musim depan," sambung Guardiola.

Lebih lanjut, Guardiola berbicara tentang kans Milan di perjalanan Eropa. Entrenador asal Spanyol menyebut, i Diavolo Rosso merupakan tim tradisi layaknya Bayern Muenchen dan Real Madrid.

"Mereka hebat di masa lalu, saya ingat Arrigo Sacchi, Fabio Capello, Franco Baresi, dan Alessandro Costacurta. Sejarah diperhitungkan, inilah mengapa tim-tim ini begitu kuat," kata pelatih berusia 52 tahun itu.

Bagi Milan, lolos ke partai semifinal merupakan penantian panjang selama 16 tahun terakhir. Sebelumnya, Iblis Merah menembus semifinal Liga Champions pada 2007 silam.

Nantinya Milan akan berjumpa tim sekota Inter Milan. Sedangkan Man City bakal bersua juara bertahan Real Madrid di partai semifinal.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement