Kamis 18 May 2023 10:14 WIB

Berkumpulnya Para Legenda di Jajaran Pelatih Timnas U-22 Tuai Sanjungan

Kurniawan Dwi Yulianto hingga Bima Sakti adalah nama besar di sepak bola Indonesia.

Pesepak bola Timnas Indonesia U-22 menyanyikan lagu Indonesia Raya usai meraih medali emas SEA Games 2023 di National Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (16/5/2023). Indonesia berhasil meraih medali emas usai mengalahkan Thailand 5-2
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pesepak bola Timnas Indonesia U-22 menyanyikan lagu Indonesia Raya usai meraih medali emas SEA Games 2023 di National Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (16/5/2023). Indonesia berhasil meraih medali emas usai mengalahkan Thailand 5-2

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Legenda sepak bola Sumatra Utara, Saktiawan Sinaga, menyanjung jajaran staf pelatih tim nasional U-22 Indonesia yang membawa skuadnya merebut medali emas SEA Games 2023, mengulangi prestasi pada tahun 1987 dan 1991.

"Menurut saya, baru pertama kali ini ada susunan asisten pelatih seperti itu," ujar Saktiawan kepada Kantor Berita Antara di Medan, seperti dilansir pada Kamis (18/5/2023). 

Baca Juga

Pelatih kepala timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri, menurut dia, cerdas dalam memilih nama-nama yang membantunya di skuad.

Indra, yang sebelumnya membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 2013 dan Piala AFF U-22 2019, menunjuk para legenda timnas untuk mendampinginya mengarungi SEA Games 2023.

Di sana, ada salah satu penyerang tersubur timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto, eks gelandang dan kapten timnas Bima Sakti, mantan kiper yang sarat pengalaman Sahari Gultom, dan sosok eks bek timnas, Eko Purjianto.

Dengan susunan asisten seperti itu, Saktiawan yakin ada pembagian tugas yang perinci di antara mereka. Kurniawan, misalnya, mengurus sektor serang. Bima Sakti, yang merupakan pelatih membawa timnas U-16 juara Piala AFF U-16 2022, menempa para gelandang.

Eko Purjianto memperkokoh pertahanan dan Sahari Gultom memastikan kiper memiliki kemampuan maksimal dalam menjaga gawang.

"Mungkin ada masukan-masukan krusial dari mereka yang itu sangat memengaruhi permainan anak-anak itu juga. Mungkin ada masukan-masukan mereka yang sangat krusial yang kita mungkin didengar pemain jadi motivasi. dari segi pengalaman mereka pemain. Itu terlihat dari permainan mereka di lapangan," kata Saktiawan.

Saktiawan mengakui bahwa dia mengenal kemampuan Bima, Kurniawan, Eko, dan Sahari.

Bima, Kurniawan, dan Eko adalah rekan Saktiawan di klub PSPS pada tahun 2000-an. Saat itu, usia Saktiawan baru 18 tahun sementara yang lainnya berstatus pemain senior. "Saya waktu itu jadi cadangan Kurniawan," tutur Saktiawan.

Kurniawan juga menjadi teman setim Saktiawan di skuad timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2004. Untuk Sahari, dia merupakan mantan pemain senior PSMS Medan, klub yang diperkuat Saktiawan dalam 100 pertandingan

"Waktu Sahari bermain di PSMS, saya masih pemain junior," kata dia.

Timnas U-22 Indonesia menjadi juara cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2023 setelah menundukkan Thailand dengan skor 5-2 pada laga yang digelar di Stadion Olimpiade, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (16/5/2023).

 

sumber : Antara
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement