Kamis 08 Jun 2023 13:50 WIB

Marcus Fernadi Gideon Mengaku Semakin Berat Bersaing Seiring Bertambahnya Usia

Marcus mengakui pukulannya tak sekuat dan secepat dulu lagi.

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (kanan).
Foto: AP Photo/Kien Huo
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pebulu tangkis ganda putra yang sempat menguasai panggung dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, kini semakin sulit bersaing. Terbaru, pasangan berjuluk the Minions ini tumbang di babak kedua Singapore Open 2023.

Bertanding melawan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, Kamis (8/6/2023) di Singapore Indoor Stadium, Minions tak dapat berbuat banyak, menyerah dua gim langsung, 18-21, 9-21, dalam waktu 33 menit.

Baca Juga

Marcus sebagai pemain belakang yang bertugas melakukan smash keras, kini pukulannya tak sekuat dan secepat dulu lagi. Seiring dengan bertambahnya usia yang kini sudah 32 tahun diakui sendiri oleh Marcus. Selain itu, lawan bermain lebih bagus dalam laga tersebut.

"Lawan memang bermain bagus. Permainannya demikian cepat dan kuat tenaganya. Kami bisa main dan unggul cuma untuk satu-dua pukulan, setelah itu kalah," ujar Marcus, Kamis. "Memang harus diakui, saya sangat berat sudah tambah umur. Kami ketinggalan terus. Kami juga sudah berkurang kecepatannya. Dengan karakter shuttlecock yang cepat, kami makin ketinggalan dan susah mengimbangi kecepatan lawan."

Marcus melanjutkan, performanya memang jelek, tidak seperti yang diharapkan. "Kami sudah kalah, mau bagaimana lagi? Gim pertama masih bisa mengimbangi. Gim kedua kami sudah down. Sudah ketinggalan jauh. Mau mengejar sudah jauh poinnya," katanya.

Kevin menambahkan, lawan memang bermain bagus. Dari semua aspek, lawan unggul seluruhnya.

"Ya kecepatan, power, dan pertahanannya sulit ditembus. Gim pertama kami bisa memberikan perlawanan. Tetapi, di gim kedua, poin kita sudah ketinggalan jauh. Mau mengejar pun sangat susah. Kami tidak tahu mau main apa lagi," kata Kevin menjelaskan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement