Sabtu 10 Jun 2023 21:06 WIB

Jelang Final Liga Champions, Guardiola Enggan Bicara Soal Tingkat Gol Erling Haaland

Haaland bekerja tak hanya mengandalkan kemampuan individu melainkan secara tim.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto
Pesepak bola Manchester City, Erling Haaland.
Foto: Reuters/Lee Smith
Pesepak bola Manchester City, Erling Haaland.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, enggan menjawab pertanyaan detail dari wartawan tentang catatan gol Erling Haaland yang lebih rendah dari sebelumnya jelang pertadingan final Liga Champions melawan Inter Milan, di Stadion Olimpiade Ataturk, Istanbul, Turki, Ahad (11/6/2023) dini hari WIB. Guardiola tak tertarik ditanya harapan gol yang datang dari Haaland.

Haaland memang menjadi sorotan di laga nanti karena ketajamannya bersama Man City sejak merapat ke Etihad. Pemain internasional Norwegia itu kini mengemas 12 gol dalam 10 pertandingan Liga Champions.

Baca Juga

“Erling memiliki tingkat gol yang diharapkan 9,6 dalam 12 pertandingan terakhir. Belum serendah itu sejak 2019, apakah Anda punya jawaban mengapa sekarang serendah itu?,” tanya wartawan.

Mendengar pertanyaan tersebut, Guardiola bingung menjawabnya. Ia lalu menjawab bahwa kedatangannya ke acara jumpa pers bukan untuk membahas rata-rata gol yang dicetak Haaland.

“Jika Anda memiliki keraguan tentang itu, Anda adalah orang yang kesepian. Saya tidak ragu, besok dia akan siap membantu kami memenangkan Liga Champions,” ujar Guardiola menjawab pertanyaan wartawan, dilansir dari Sportbible, Sabtu (10/6/2023).

Sejak tiba di Manchester City dari Borussia Dortmund musim panas lalu, Haaland telah mencetak 52 gol dalam 52 pertandingan di semua kompetisi. Catatan itu sangat luar biasa bagi seorang striker di musim debutnya di Liga Primer Inggris.

Man City selangkah lagi akan meraih treble winners jika berhasil mengalahkan Inter di partai puncak. Man City sebelumnya telah mengantongi gelar Liga Inggris dan Piala FA. Dan Guardiola mengungkapkan tentang rahasia kesuksesannya itu salah satunya karena keberadaan Haaland. “Memiliki pemain-pemain bagus. Punya Messi di masa lalu, punya Haaland sekarang. Inilah kesuksesan saya. Saya tidak bercanda,” jelasnya.

Guardiola mengatakan, Haaland bekerja tidak hanya mengandalkan kemampuan individu melainkan secara tim. Guardiola menegaskan siapapun pemain yang tidak bisa mengikuti perintahnya, maka akan terlempar dari skuad yang diasuhnya. “Setiap pelatih yang sukses memiliki institusi yang kuat dan pemain yang bagus. Seorang pelatih tidak pernah mencetak gol.”

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement