Selasa 11 Jul 2023 23:11 WIB

Mbappe Dilaporkan Siap Ambil Risiko Duduk di Bangku Cadangan Musim Depan

Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi memasang harga 200 juta Euro untuk Mbappe.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Israr Itah
Penyerang Paris Saint Germain Kylian Mbappe
Foto: EPA-EFE/CHRISTOPHE PETIT TESSON
Penyerang Paris Saint Germain Kylian Mbappe

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Kylian Mbappe tampaknya siap menerima risiko duduk di bangku cadangan sepanjang musim 2023/2024 agar bisa tetap bertahan hingga kontraknya berakhir musim panas 2024. Mbappe enggan dijual musim panas ini karena memilih menyelesaikan kontraknya musim panas tahun depan.

Namun PSG tak ingin melepas Mbappe dengan cuma-cuma karena sang pemain sudah menyatakan tak akan mengaktifkan opsi perpanjangan satu tahun. Karena itu PSG mengeluarkan ultimatum kepada Mbappe pergi sekarang atau mengaktifkan opsi perpanjangan.

Baca Juga

Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi memasang harga 200 juta Euro untuk Mbappe. Namun PSG sangat berat menemukan pembeli kali ini karena Real Madrid diperkirakan akan menunggu hingga 2024 dengan status gratis.

Manchester United diperkirakan akan melakukan pendekatan jika tawaran pengambilalihan Sheikh Jassim bin Hamad Al Thani berhasil meskipun Mbappe tertarik ke Arsenal jika ke Liga Inggris. Namun The Gunners tidak mampu membayar paket gaji Mbappe yang tinggi.

Jurnalis RMC Daniel Riolo mengatakan Mbappe akan tetap berada di PSG musim depan meskipun akan duduk di bangku cadangan. Mbappe akan siap menerima risiko apa pun.

"Bagaimana kita sampai pada situasi kontrak ini? Apa jalan keluarnya? Tidak ada. Satu-satunya cara bagi PSG adalah bermain tangguh dan memberi tahu Mbappe bahwa, karena dia tidak memperbarui, dia akan dicadangkan sepanjang musim," ujarnya dilansir dari Sportsmole, Selasa (11/7/2023).

Oktober lalu, hanya lima bulan setelah perpanjangan kontrak, Mbappe dilaporkan menyesali keputusannya untuk menandatangani kontrak. Mbappe merasa dikhianati oleh janji-janji yang dibuat oleh PSG. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement