Ahad 23 Jul 2023 17:59 WIB

Kalah di Final Korea Open 2023, Pelatih Fajar/Rian: Sebenarnya Mereka Mulai Membaik

Fajar/Rian ingin buru-buru mendapatkan poin dan justru berujung dengan mati sendiri.

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, gagal menjuarai Korea Open 2023.
Foto: Republika/Prayogi
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, gagal menjuarai Korea Open 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah tampil buruk dalam tiga turnamen sebelumnya, ganda putra terbaik Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, berhasil melaju ke final Korea Open 2023. Sayang di laga puncak Ahad (23/2023), Fajar/Rian takluk dari pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/ Chirag Shetty, 21-17, 13-21, dan 14-21.

Meskipun kalah dan gagal meraih gelar juara, pelatih ganda putra yang mendampingi Fajar/Rian di Korea, Aryono Miranat, menilai penampilan pemain nomor satu dunia itu sudah mulai membaik dan menemukan permainan terbaiknya.

Baca Juga

"Bila melihat ke belakang, penampilan Fajar/Rian di tiga turnamen hasilnya tidak memuaskan. Permainan mereka juga kurang in. Lalu di Korea Open ini saya melihat dari awal sampai ke final, permainan mereka sudah mulai kembali ke bentuk terbaik, percaya dirinya juga sudah balik, sudah bisa mengeluarkan kemampuannya," ujar Aryono dalam rilis PP PBSI.

Aryono melanjutkan, hanya memang di laga final tadi terutama di gim kedua dan ketiga, Fajar/Rian banyak melakukan kesalahan sendiri. Di gim pertama, Fajar/Rian bisa menerapkan strategi yang sudah disiapkan tapi di dua gim berikutnya, ketika pasangan India sudah menemukan ritme permainan, Fajar/Rian kurang sabar.

Menurut Aryono, Fajar/Rian ingin buru-buru mendapatkan poin dan justru berujung dengan mati sendiri.

"Tim pelatih akan terus menjaga kondisi mereka, mengingat masih ada dua turnamen beruntun ke depan. Yang terpenting bagaimana fokusnya tetap dapat," ujar Aryono menjelaskan. "Untuk tiga pasangan lainnya, Leo/Daniel, Bagas/Fikri, dan Pramudya/Yeremia, memang harus dievaluasi. Mereka tampil tak pada levelnya, terlalu banyak unforce errors di lapangan. Dari sisi mental juga harus dibangkitkan lagi. Semoga ke depan mereka bisa memberikan yang lebih baik."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement