Selasa 25 Jul 2023 20:08 WIB

Kondisi Marquez Mencemaskan, Dokter: Sulit Bernapas, Retakan di Rusuk Menusuk Paru-parunya

Kondisi Marquez kini benar-benar membuatnya butuh dukungan dan doa banyak pihak.

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Pembalap Repsol Honda Marc Marquez memacu motornya di Sirkuit Mugello, Italia pertengahan bulan lalu. Itu adalah terakhir kali Marquez terlihat balapan sebelum akhirnya mengalami crash hebat di sirkuit yang sama.
Foto: EPA-EFE/CLAUDIO GIOVANNINI
Pembalap Repsol Honda Marc Marquez memacu motornya di Sirkuit Mugello, Italia pertengahan bulan lalu. Itu adalah terakhir kali Marquez terlihat balapan sebelum akhirnya mengalami crash hebat di sirkuit yang sama.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- GP Inggris yang bakal digelar di Sirkuit Silvestone, akhir pekan nanti, akan menjadi seri pertama gelaran MotoGP usai jeda musim panas. Salah satu sorotan utama dalam seri kesembilan MotoGP musim ini tersebut adalah partisipasi pembalap tim Repsol Honda, Marc Marquez.

Maklum, pengoleksi enam gelar juara dunia kelas utama MotoGP itu belum mampu menorehkan catatan positif pada musim ini. Marquez bahkan belum pernah menyelesaikan balapan di delapan seri yang telah digelar di MotoGP musim ini. Dari delapan seri, Marquez tercatat absen di tiga seri lantaran mengalami cedera.

Baca Juga

Sementara di lima seri lainnya pada musim ini, Marquez terjatuh saat mengikuti sesi balapan di tiga seri dan tidak ikut dalam sesi balapan di dua seri. Alhasil, Marquez masih terpuruk di peringkat ke-19 klasemen sementara pembalap MotoGP musim ini. 

Pembalap asal Spanyol itu rasanya masih harus menghadapi jalan terjal untuk bisa kembali bersaing di paruh kedua MotoGP musim ini. Cedera masih menjadi ancaman besar yang menghantui perjalanan Marquez pada musim ini. Sejak mengalami insiden tabrakan dengan Miguel Oliviera di seri pembuka, Marquez terus dirundung cedera.

Insiden di seri pembuka itu berujung pada absennya Marquez di tiga seri berikutnya. Pembalap berusia 30 tahun itu harus kembali masuk perawatan setelah terjatuh di GP Prancis. Pun saat Marquez kembali terjatuh di GP Italia di seri berikutnya. 

Setelah pulih dari cedera patah tulang jari akibat terjatuh di seri pembuka, Marquez mengalami cedera engkel dan patah tulang rusuk usai terjatuh di GP Prancis dan GP Italia. Daftar cedera yang dialami Marquez kembali bertambah panjang saat mengalami insiden di GP Jerman. 

Marquez pun datang ke GP Belanda, sepekan berikutnya, dengan kondisi cedera. Dari sederet cedera tersebut, cedera tulang rusuk menjadi problem terbesar Marquez, yang akhirnya memaksanya mundur dari sesi balapan GP Belanda hanya beberapa jam sebelum sesi tersebut digelar. 

''Ada patahan kecil di tulang rusuk kedua sebelah kanan. Cedera ini membuatnya kesulitan untuk bernapas, melakukan pergerakan, dan lainnya. Retakan ini bertambah besar usai Marquez menyelesaikans sesi kualifikasi dan bersiap tampil di sesi balapan,'' kata Direktur Medis MotoGP, Angel Charte, kepada DAZN, belum lama ini, seperti dilansir pada Selasa (25/7/2023). 

Dari kacamata medis, ujar Charte, proses operasi medis untuk mengatasi cedera tulang rusuk seperti yang dialami Marquez memiliki tingkat kerumitan tersendiri. Tantangannya tidak hanya soal mengatasi retakan di bagian tulang rusuk, tapi juga mengatasi risiko pembengkakan dan risiko medis lain.

''Retakan di tulang rusuk memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Cedera seperti itu jarang terjadi pada pembalap. Ada potensi pembengkakan yang harus diatasi. Namun, yang terpenting adalah bagimanan penanganan retakan dan patahan tulang tersebut,'' ujar Charte.

Charte tidak menyebut, soal proses pemulihan cedera tersebut.

Kendati begitu, Marquez memiliki waktu sekitar.. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement