Rabu 26 Jul 2023 14:31 WIB

Bos KTM Nilai Pemberian Konsesi kepada Pabrikan Jepang di MotoGP Sebuah Penghinaan

Aturan konsesi 2014 menguntungkan tim manapun yang tak pernah raih kemenangan.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto
Balapan MotoGP musim 2023. Bos KTM Stefan Pierer mengatakan, perdebatan mengenai konsesi di MotoGP musim ini menjadi ‘penghinaan’ bagi Honda dan Yamaha.
Foto: AP Photo/Luca Bruno
Balapan MotoGP musim 2023. Bos KTM Stefan Pierer mengatakan, perdebatan mengenai konsesi di MotoGP musim ini menjadi ‘penghinaan’ bagi Honda dan Yamaha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bos KTM Stefan Pierer mengatakan, perdebatan mengenai konsesi di MotoGP musim ini menjadi ‘penghinaan’ bagi Honda dan Yamaha. Direktur Olahraga MotoGP Carlos Ezpeleta menegaskan bahwa MotoGP bekerja keras membantu pabrikan Jepang yang sedang berjuang menghadapi ketertinggalan dari pabrikan Eropa.

Pada masa lalu konsesi pernah diberikan kepada pabrikan Eropa. Sekarang ini situasi yang sama akan coba diberikan kepada Honda dan Yamaha. Namun, menurut Pierer, cara tersebut bukan pendekatan yang tepat.

Baca Juga

“Orang Jepang juga tidak menginginkan itu karena proses seperti itu sama saja dengan penghinaan. Hal seperti itu melukai harga diri orang Jepang, jangan lakukan itu. Tapi, kita bisa membayangkan konsesi lain. Misalnya, lebih banyak hari ujian sehingga mereka mengejar lebih dekat ke puncak lagi,” ujar Pierer dilansir dari Crash, Rabu (26/7/2023).

Aturan konsesi 2014 menguntungkan tim manapun yang tidak pernah meraih kemenangan pada musim sebelumnya termasuk Ducati. Keunggulan teknis yang menyertai konsesi berkurang pada 2016 ketika ECU wajib diperkenalkan. Dan aturan saat ini menyatakan bahwa sebuah tim hanya berhak mendapatkan konsesi jika melewati satu musim penuh tanpa podium, sedangkan Honda dan Yamaha sudah melakukannya.

Pierer mengatakan, diskusi tentang peraturan adalah cara yang masuk akal dilakukan saat ini. Menurut dia, KTM siap bertukar pikiran karena tak ingin pabrikan Jepang keluar dari MotoGP.

Honda dan Yamaha yang menggunakan pabrikan Jepang memang terseok-seok di MotoGP. Keduanya kalah dari pabrikan Eropa. Akibatnya pembalap-pembalap Honda dan Yamaha tampak kesulitan mengendalikan motornya dan tidak nyaman menunggangi motornya di lintasan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement