Senin 07 Aug 2023 15:56 WIB

Juarai GP Silverstone, Aleix Espargaro: Ekspektasi Saya Terlalu Tinggi di Awal Musim

Espargaro memulai balapan di urutan ke-12 sebelum akhirnya naik podium utama.

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto
Pembalap MotoGP asal Spanyol Aleix Espargaro dari tim Aprilia Racing, berselebrasi setelah memenangkan GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Ahad (6/8/2023).
Foto: EPA-EFE/TIM KEETON
Pembalap MotoGP asal Spanyol Aleix Espargaro dari tim Aprilia Racing, berselebrasi setelah memenangkan GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Ahad (6/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aleix Espargaro mengatakan, kemenangannya di MotoGP Inggris, Ahad (6/8/2023), dimungkinkan setelah melihat Francesco Bagnaia berjuang lebih keras darinya untuk mendapatkan traksi. Espargaro memulai balapan di urutan ke-12, tetapi seperti halnya sprint, ia mulai membuat kemajuan yang signifikan sejak awal sebelum menantang Peco Bagnaia untuk memimpin balapan setelah Marco Bezzecchi terjatuh.

Pertarungan di pertengahan balapan dengan Brad Binder dan Maverick Vinales tampaknya membuat Espargaro kehilangan kesempatan untuk bertarung dengan Bagnaia dalam beberapa kesempatan. Tetapi pembalap Spanyol itu merespons dan mendekati sang juara dunia.

Baca Juga

Berbicara tentang kemenangan pertamanya dalam lebih dari satu tahun terakhir, Espargaro mengatakan, iasangat senang bisa kembali ke podium. "Mungkin di awal musim ekspektasi saya dan tim terlalu tinggi."

Espargaro mengaku membuat terlalu banyak kesalahan dan kehilangan terlalu banyak poin.

"Saya memiliki kecepatan yang bagus dan dalam banyak sesi saya sangat dekat dengan Pecco, tetapi itu tidak masalah," ujarnya dikutip dari Crash, Senin (7/8/2023). "Jelas kami tak memiliki poin yang saya pikir pantas kami dapatkan, tetapi saya cepat di sini pada hari Jumat, kemarin, sayangnya itu adalah balapan basah tetapi saya cukup senang dengan penampilan saya. Tapi hari ini saya sangat yakin dan tahu bahwa ini adalah kesempatan bagi saya."

Meskipun Espargaro menunggu hingga lap terakhir untuk mencoba menyalip Bagnaia, pembalap Aprilia itu berada dalam posisi yang tepat untuk menyerang Bagnaia di sebagian besar balapan. Ketika pembalap Ducati itu kehilangan traksi saat Grand Prix berlangsung, Espargaro memilih untuk menyalip Bagnaia di tikungan 11 lap terakhir.

"Saya mendapatkan banyak waktu di sana dan saya tahu di tikungan berikutnya dia akan berjuang lebih keras. Saya mengerem sangat, sangat terlambat, melebar ke sisi luar, tapi saya berakselerasi lebih baik darinya," jelas Espargaro.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement