Rabu 23 Aug 2023 11:47 WIB

Marc Marquez Diklaim Sudah tak Betah Memperkuat Honda, Ini Alasannya

Tim mekanik dan pengembangan Honda juga tidak kunjung menemukan solusi.

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto
Pembalap Repsol Honda asal Spanyol Marc Marquez tampak termenung seusai menjalani sesi kualifikasi MotoGP 2023 di Inggris akhir pekan kemarin. Dalam race keesokan harinya, Marquez mengalami crash.
Foto: EPA-EFE/TIM KEETON
Pembalap Repsol Honda asal Spanyol Marc Marquez tampak termenung seusai menjalani sesi kualifikasi MotoGP 2023 di Inggris akhir pekan kemarin. Dalam race keesokan harinya, Marquez mengalami crash.

REPUBLIKA.CO.ID, SPEILBERG -- Marc Marquez akhirnya bisa menyelesaikan satu sesi balapan di pentas MotoGP musim ini. Mengawali sesi balapan GP Austria dari posisi ke-18, Ahad (21/8/2023) malam WIB, Marquez mampu memperbaiki posisi dan mengakhiri lomba di peringkat ke-12.

Hasil ini bisa dibilang menjadi torehan terbaik Marquez hingga paruh pertama MotoGP musim ini. Maklum, di sembilan seri sebelumnya, pemilik enam gelar juara dunia kelas utama MotoGP itu tidak pernah mampu finish.

Baca Juga

Absen di tiga seri lantaran cedera, Marquez gagal finish setelah terjatuh ataupun mengalami insiden dengan pembalap lain di empat seri. Pembalap asal Spanyol itu juga memutuskan mundur dari sesi balapan di dua seri lantaran masih belum pulih dari cedera.

Marquez terbukti benar-benar kesulitan untuk bisa menemukan performa terbaiknya pada musim ini, apalagi untuk bisa bersaing dalam perebutan gelar juara dunia kelas utama MotoGP. Di sisi lain, tim mekanik dan pengembangan Honda juga tidak kunjung menemukan solusi terkait berbagai kendala teknis dalam performa motor RC213V.

Tidak hanya Marquez, tiga pembalap Honda lainnya juga terbilang mengalami kesulitan untuk tampil konsisten pada musim ini.

Mantan pembalap Superbike, Neil Hodgson, menilai, meski bisa finish di GP Austria, Marquez masih mengalami pukulan mental yang besar menyusul rentetan hasil buruk pada musim ini. Pembalap berusia 30 tahun itu, ujar Hodgson, sebenarnya telah terbiasa untuk bisa bersaing di level tertinggi.

''Itu cukup menyakitkan. Dia (Marquez) mungkin tersenyum, tapi dia sangat terluka. Marc adalah 'monster'. Dia adalah mesin kemenangan. Dia peraih delapan gelar juara dunia di semua kelas MotoGP. Dia tidak pernah melambat atau puas dengan capaian tertentu. Kini, dia hanya bisa pasrah dan hanya mengumpulkan data (untuk pengembangan motor),'' ujar Hodgson seperti dilansir Sports Keeda, Rabu (23/8/2023).

Karena itu, Hodgson memaklumi adanya keinginan Marquez untuk meninggalkan Honda. Rumor kepergian Marquez dari Honda memang sempat mencuat dalam beberapa waktu terakhir. Kerja sama antara Marquez dan Honda, yang terentang sejak 2013 silam, itu pun disebut-sebut tengah memasuki babak akhir.

Saat ini, pembalap berjuluk the Baby Alien itu masih terikat kontrak bersama Honda hingga 2024 mendatang. Namun, rumor kepindahan Marquez ke KTM tidak pernah berhenti berputar. Kepindahan ke KTM digadang-gadang bisa membawa Marquez tampil lebih kompetitif di pentas MotoGP.

''Dia masih memiliki kontrak bersama Honda hingga tahun depan. Saya yakin, dia tengah berusaha untuk segera mengakhiri kontrak itu dan mencari motor baru. Lihat dia sekarang, finish pertama setelah paruh pertama musim?'' kata mantan pembalap asal Inggris tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement