Jumat 25 Aug 2023 12:20 WIB

Bagaikan Kutukan, Mitos di MotoGP Ini Bikin Valentino Rossi dan Marc Marquez Pun Ciut

Rossi dan Marquez paling anti menghampiri mitos ini.

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Casey Stoner menggunakan nomor angker 1 saat membalap sebagai juara bertahan MotoGP.  Nomor 1 tak berani dipakai oleh Valentino Rossi dan Marc Marquez meski punya hak untuk menggunakannya.
Foto: Kamran Jebreili/AP
Casey Stoner menggunakan nomor angker 1 saat membalap sebagai juara bertahan MotoGP. Nomor 1 tak berani dipakai oleh Valentino Rossi dan Marc Marquez meski punya hak untuk menggunakannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Balap motor MotoGP selalu mempunyai cerita menarik salah satunya ketika para rider mencoba mengambil pun mengenakan nomor 1 yang terkenal keramat.

Nomor start 1 untuk sebuah motor bukanlah merupakan nomor sembarangan yang bisa dipakai para rider MotoGP. Nomor itu tidak hanya sebagai pembeda.

Baca Juga

Pasalnya nomor itu sebagai identitas, membuat banyak pembalap memilih nomor start mereka dengan beragam alasan. Pun, nomor 1 biasanya dipakai pembalap yang berhasil menjadi juara dunia.

Meski punya keistimewaan, sayangnya nomor 1 menyimpan begitu banyak misteri. Terdapat mitos yang bikin merinding pembalap musim sebelumnya juara dunia lalu memakai nomor 1 di musim berikutnya.

Mitos itu adalah mereka akan terjungkal dari takhta juara dunia di musim berikutnya jika si pembalap memakai nomor 1 di fairing motornya.

Sederet fakta-fakta di ajang GP 500 dan MotoGP 4-tak mengungkap bila ada 'kutukan' bagi yang mengenakan nomor keramat tersebut.

Setelah juara dunia dan tahun berikutnya memakai nomor 1, pembalap malah sulit meraih juara dunia. Beberapa nama menjadi bukti menyeramkannya nomor start 1.

Pada era MotoGP terselip nama Nicky Hayden, Casey Stoner pun Jorge Lorenzo yang menjadi korban keangkeran nomor 1. Sebelumnya, kisah tersebut sudah lebih dulu dialami oleh pembalap GP500 Wayne Rainey.

Rainey mempersembahkan gelar juara dunia 1990 tim Marlboro menggantikan nomor dari 2 ke nomor 1 di musim berikutnya. Namun, nasib nahas menghampiri saat Rainey mencoba merangkai prestasinya yang keempat karena mengalami kecelakan para di Sirkuit Misano pada 1993.

Pembalap asal Amerika Serikat itu terpaksa pensiun pada tahun berikutnya karena mengalami lumpuh permanen akibat kecelakaan tersebut.

Kutukan nomor 1 berlanjut ...

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement