Selasa 05 Sep 2023 17:13 WIB

Carlos Alcaraz Kian Percaya Diri Pertahankan Gelar Juara US Open

Alcaraz ingin jadi petenis pertama sejak Federer yang mempertahankan juara US Open.

Petenis putra nomor 1 dunia asal Spanyol, Carlos Alcaraz.
Foto: AP Photo/Alberto Pezzali
Petenis putra nomor 1 dunia asal Spanyol, Carlos Alcaraz.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petenis putra asal Spanyol, Carlos Alcaraz, semakin percaya diri untuk mempertahankan gelar juara turnamen Grand Slam US Open 2023 setelah berhasil melenggang ke babak perempat final, Selasa (5/9/2023). Alcaraz meraih kemenangan straight game atas petenis Italia Matteo Arnaldi 6-3, 6-3, 6-4 di Stadion Arthur Ashe.

Alcaraz akan menghadapi unggulan keenam Jannik Sinner atau Alexander Zverev untuk memperebutkan satu tempat di semifinal. Petenis peringkat satu dunia itu sebelumnya mengalahkan Sinner dalam lima set pada perempat final turnamen yang sama tahun lalu di New York dalam pertandingan terpanjang di US Open 2022.

Baca Juga

"Pertandingan melawan Jannik (Sinner) ini seperti diinginkan oleh semua orang. Pertandingan melawan dia tahun lalu adalah salah satu pertandingan terbaik yang pernah saya mainkan sepanjang karier saya," kata Alcaraz, dikutip dari AFP.

Alcaraz dan Sinner telah bertemu setidaknya enam kali, dengan petenis Italia itu memenangkan pertemuan terakhir di Toronto dalam perjalanan menuju gelar Masters 1000 perdananya.

"Saya pikir kami saling mendorong hingga batas ketika kami berhadapan. Kami meningkatkan level kami ke level tertinggi. Saya senang bermain melawannya. Ini akan menjadi pertarungan yang hebat," kata Alcaraz.

Di sisi lain, Alcaraz memiliki rekor 2-3 melawan Zverev, yang tampaknya mendapatkan kembali performa terbaiknya setelah cedera pergelangan kaki yang parah di French Open tahun lalu.

"Melawan Sascha (Zverev), head-to-head juga sangat, sangat dekat. Kami memainkan pertandingan yang hebat. Dia bermain sangat baik. Tahun ini dia kembali menemukan level teratasnya," ujar Alcaraz.

Sementara itu, Alcaraz yang kini berusia 20 tahun itu berupaya menjadi petenis pertama sejak Roger Federer pada 2008 yang berhasil mempertahankan US Open setelah memenangi gelar untuk pertama kalinya tahun lalu.

"Saya keluarkan semua tekanan yang diberikan orang-orang kepada saya. Saya hanya berusaha untuk fokus pada permainan saya sendiri," kata juara Wimbledon 2023 itu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement