Rabu 06 Sep 2023 10:13 WIB

Moncer di Man City, Guardiola Diplot Jadi Pengganti Southgate Usai Piala Eropa 2024

Guardiola muncul sebagai target nomor satu FA untuk menggantikan Gareth Southgate.

Rep: Frederikus Bata/ Red: Endro Yuwanto
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, yang dibidik FA untuk menjadi pengganti pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate, setelah Piala Eropa 2024.
Foto: EPA-EFE/ADAM VAUGHAN
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, yang dibidik FA untuk menjadi pengganti pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate, setelah Piala Eropa 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Federasi Sepak Bola Inggris (FA) mulai memikirkan calon pengganti Gareth Southgate. Satu nama berkelas masuk radar FA.

Dia adalah Pep Guardiola. Pria Katalan itu masih menangani Manchester City. Jadi pembicaraan tidak akan berlangsung dalam waktu dekat.

Baca Juga

Lagi pula Southgate tetap bertugas melatih Harry Kane dkk. Ada Kualifikasi Piala Eropa 2024. Setelah mendampingi the Three Lions di Jerman, sang arsitek tim bisa saja meninggalkan perannya.

"Pep Guardiola muncul sebagai target nomor satu FA untuk menggantikan Gareth Southgate sebagai pelatih timnas Inggris, jika pelatih saat ini, pergi setelah Euro 2024," demikian laporan yang dikutip dari Sportsmole, Rabu (6/9/2023).

Kontrak Guardiola di Etihad Stadium hingga 2025. Tersisa kurang dari dua tahun lagi. Menurut Daily Mail, beberapa pejabat FA akan melakukan penawaran.

Mereka melihatnya sebagai kandidat impian. Pendekatan berpotensi terjadi pada tahun depan. Artinya, FA harus membayar biaya kompensasi ke Man City, jika ingin mengikat Guardola pada 2024.

Guardiola sudah meraih segalanya di level klub. Teranyar, ia membawa the Citizens mendapatkan treble winners musim lalu. Ia juga pernah menjuarai liga domestik di Spanyol, Jerman, serta Inggris.

Sudah saatnya ia mencoba tantangan lain. Melatih timnas, menjadi hal baru baginya. Guardiola akan memasuki situasi berbeda dalam hal pemilihan pemain, intensitas latihan, dan pertemuan dengan anak buahnya.

Biasanya di klub, ada jual beli pemain. Di timnas, perlu kejelian darinya, memanfaatkan amunisi yang tersebar di berbagai belahan dunia. Pun saat berlatih dan bersosialisasi, intensitas pertemuan di klub, sangat tinggi. Berbeda dengan di timnas yang menunggu momen agenda internasional.

Mengapa Guardiola tidak mencoba di timnas Spanyol? Rupanya agak sulit bagi yang bersangkutan untuk menangani La Roja. Itu karena konsistensi dukungannya terhadap kemerdekaan Katalan.

Sehingga, sangat logis jika akhirnya Guardiola berlabuh di timnas Inggris. Ia sangat mengenal negara tersebut. Ia membawa sesuatu yang berbeda kompetisi Liga Primer Inggris.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement