Rabu 13 Sep 2023 12:33 WIB

Pelatih Skotlandia Akui Superioritas Inggris di Laga Auld Enemy

Skotlandia takluk 1-3 dari Inggris di kandang sendiri.

Rep: Reja Irfa Wdodo/ Red: Israr Itah
Pelatih kepala Skotlandia Steve Clarke
Foto: EPA-EFE/Robert Perry
Pelatih kepala Skotlandia Steve Clarke

REPUBLIKA.CO.ID, GLASGOW -- Lawatan Inggris ke Stadion Hampden Park, Glasgow, ternyata menjadi akhir dari rekor apik tim tuan rumah di laga kandang. Skotlandia dipaksa mengakui keunggulan salah rival mereka Inggris 3-1, dalam laga persahabatan, Rabu (13/9/2023) dini hari WIB.

Dalam laga yang kerap disebut partai The Auld Enemy itu, Skotlandia menyerah via gol yang masing-masing dicetak Phil Foden, Jude Bellingham, dan Harry Kane. Satu-satunya gol balasan Skotlandia di laga ini pun bukan dicetak secara langsung pemang Skotlandia, melainkan gol bunuh diri dari bek tengah Inggris, Harry Maguire.

Baca Juga

Hasil ini tercatat menjadi kekalahan kedua Skotlandia dalam 20 laga kandang terakhir di semua ajang. Namun, kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena mengakhiri rentetan kemenangan beruntun di enam laga kandang terakhir Skotlandia di semua ajang.

Pelatih Skotlandia Steve Clarke tidak menampik soal perbedaan kualitas antara kedua tim. Inggris, yang tampil menekan dan terus mengendalikan permainan via penguasaan bola, terbukti jauh lebih superior. Meski berat menerima kekalahan ini, Clarke tetap mengakui keunggulan the Three Lions.

"Kami tentu tidak mau menelan kekalahan dari rival tua (auld enemy) kami, tapi pada laga malam ini, Inggris jauh lebih baik. Terkadang, di sepak bola, Anda harus mau minum obat, meski pahit. Malam ini, kami mengambil pengobatan dan berusaha untuk memperbaiki kesalahan," ujar Clarke seperti dilansir Sky Sports, Rabu (13/9/2023).

Kekalahan ini, ujar Clarke, menjadi pelajaran berharga buat anak-anak asuhnya sebagai persiapan menghadapi Spanyol di laga selanjutnya. Menutup jeda internasional pertama musim ini dengan kekalahan dari Inggris, Skotlandia dijadwalkan menghadapi Spanyol di lanjutan penyisihan Grup A kualifiksi Piala Eropa 2026, awal Oktober mendatang.

"Kami tahu, menghadapi Inggris akan menjadi laga yang sulit. Mereka sudah menunjukan dari awal laga. Begitu pula saat kami akan bertandang ke Spanyol, bulan depan. Jika Anda ingin belajar mengalahkan tim besar, maka Anda harus menghadapi tim besar lainnya. Kami sudah mengambil pelajaran ini dan berusaha lebih baik pada masa mendatang," ujar Clarke.

Terlepas dari kekalahan ini, Skotlandia terbilang menorehkan hasil positif di sepanjang jeda internasional pada awal bulan ini. Kemenangan atas Cyprus, akhir pekan lalu, melengkapi rekor apik Skotlandia di penyisihan Grup A kualifikasi Piala Eropa 2026. Skotlandia tercatat memetik kemenangan di lima laga penyisihan dan memuncaki klasemen sementara Grup A dengan keunggulan enam poin atas Spanyol, yang bertengger di peringkat kedua.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement