Rabu 20 Sep 2023 16:04 WIB

MU Bakal Manfaatkan Kelemahan Munchen yang Ini pada Laga Dini Hari Nanti

MU ingin mengeksploitasi ruang di lini belakang Munchen.

Rep: Reja Irfa WIdodo/ Red: Israr Itah
Pelatih Manchester United Erik ten Hag
Foto: EPA-EFE/PETER POWELL
Pelatih Manchester United Erik ten Hag

REPUBLIKA.CO.ID, MUNCHEN -- Bayern Munchen berada dalam posisi lebih diunggulkan saat menjamu Manchester United pada laga pembuka penyisihan Grup A Liga Champions, Kamis (21/9/2023) dini hari WIB. Tidak hanya soal rekor kandang di Liga Champions, Munchen juga berada dalam situasi yang lebih baik dibanding MU.

Setan Merah sudah menelan tiga kekalahan dari lima laga awal pada musim ini, berbanding satu dari lima pertandingan di semua ajang bagi Die Bayern pada awal musim ini. Munchen dibekap RB Leipzig 0-3 pada laga Piala Super Jerman, awal Agustus silam.

Baca Juga

Namun, sejak kekalahan tersebut, Munchen seolah tidak terhentikan. Kemenangan beruntun ditorehkan tim besutan Thomas Tuchel itu pada tiga laga berikutnya, tepatnya di arena Bundesliga. Rentetan kemenangan itu terhenti kala Munchen ditahan imbang Bayer Leverkusen, 2-2, akhir pekan lalu.

Catatan penampilan Munchen ini jauh lebih baik dibanding MU. Setan Merah datang ke markas Muenchen, Stadion Allianz Arena, usai menelan kekalahan beruntun di dua laga terakhir. Terakhir, United dibekap Brighton and Hove Albion, 1-3, akhir pekan lalu.

Setan Merah pun dinilai bakal kesulitan untuk bisa mencuri kemenangan di markas Die Bayern. Terlebih, United tidak akan diperkuat sejumlah penggawa terbaiknya di laga ini, yang tengah mengalami cedera.

Pelatih MU Erik ten Hag mengakui kekuatan utama Munchen terdapat pada barisan pemain bintang yang dimilikinya. United, ujar Ten Hag, tidak bisa kehilangan fokus selama 90 menit saat menghadapi tim sekelas Muenchen, yang diperkuat pemain berkualitas.

Kendati begitu, eks pelatih Ajax Amsterdam itu menilai, Munchen masih memiliki satu titik kelemahan dalam permainannya. Kelemahan ini yang mesti bisa dimanfaatkan United guna memperbesar peluang untuk pulang ke Kota Manchester dengan kemenangan dari markas Muenchen.

"Terkadang, mereka tidak menutup semua ruang di lini belakang. Mereka terkadang memiliki ruang terbuka. Kami tahu, Muenchen adalah tim yang sangat kuat, terutama saat melakoni laga kandang di pentas Liga Champions. Namun, kami cukup percaya diri dan tidak sabar untuk menjawab tantangan ini serta meraih hasil di laga ini," kata Ten Hag seperti dilansir laman resmi klub, Rabu (20/9/2023).

Klaim Ten Hag soal keperkasaan Muenchen kala tampil di laga kandang di pentas Liga Champions memang bukan isapan jempol. Juara bertahan Bundesliga itu hanya menelan satu kekalahan dari 19 laga kandang terakhir di pentas Liga Champions. Paris Saint Germain (PSG) menjadi tim terakhir yang bisa mencuri kemenangan dari Stadion Allianz Arena di pentas Liga Champions.

PSG berhasil membungkam Muenchen 3-2 pada leg pertama babak perempat final Liga Champions musim 2020/2021. Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri rentetan delapan kemenangan beruntun Munchen di laga kandang dalam arena Liga Champions.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement