Senin 25 Sep 2023 10:03 WIB

Arteta Ungkap Declan Rice Bermasalah di Punggungnya, Bakal Absen Lama?

Declan Rice tak tampil penuh saat membela Arsenal lawan Tottenham Hostpur.

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah
Pedro Porro dari Tottenham berebut bola dengan pemain Arsenal Declan Rice (kanan) saat pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Arsenal dan Tottenham Hotspur di stadion Emirates di London, Inggris, Ahad, (24/9/2023).
Foto: AP Photo/David Cliff
Pedro Porro dari Tottenham berebut bola dengan pemain Arsenal Declan Rice (kanan) saat pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Arsenal dan Tottenham Hotspur di stadion Emirates di London, Inggris, Ahad, (24/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Arsenal bukan hanya gagal meraih poin sempurna saat menjamu Tottenham Hotspur pada laga derby London Utara, melainkan juga harus menghadapi fakta tak menyenangkan. Declan Rice dikhawatirkan menepi karena cedera setelah tak bisa tampil penuh di Stadion Emirates, Ahad (25/9/2023) malam WIB. 

Rice turun sejak awal saat the Gunners berjumpa Tottenham pada pekan keenam Liga Primer Inggris musim 2023/24. Eks West Ham United itu hanya mentas di 45 menit pertama. Setelahnya, ia ditarik.

Baca Juga

Pelatih Arsenal Mikel Arteta memasukkan Jorginho. Duel di Stadion Emirates, London, Ahad (24/9/2023) malam WIB ini berkesudahan imbang 2-2. 

Seperti halnya derby di seluruh dunia, laga the Gunners kontra Spurs konsisten berlangsung dalam intensitas tinggi. Setelah pertandingan, awak media menanyakan kondisi Rice. Menurut Arteta, sang gelandang merasakan sesuatu di punggung. Pihaknya tak mau mengambil resiko.

"Dia merasa tidak nyaman di punggungnya, ketika kami memeriksanya saat istirahat babak pertama, dia tidak bisa melanjutkan. Jadi kami harus menggantinya," kata juru taktik berkebangsaan Spanyol ini, dikutip dari laman resmi klubnya, Senin (25/9/2023).

Musim 2023/24 baru saja dimulai. Namun cedera sudah menerpa Arsenal. Setidaknya lima penggawa the Gunners terkapar.

Arteta berusaha tetap tenang. Ia siap memanfaatkan amunisi yang ada. Perihal Rice, ia berharap tidak sampai mendekam di ruang perawatan untuk waktu yang lama.

"Mudah-mudahan tidak, tapi kami harus terus menilai kondisinya," ujar sang arsitek.

Arteta mengakui mereka sangat kecewa jika melihat hasil pertandingan ini. Dua kali pasukannya memimpin, tapi tamu sekota selalu bisa mengejar. 

Saat kebobolan, armada Gudang Peluru bangkit dan mencoba mendominasi. Rupanya tidak semuanya berjalan lancar.

"Saya pikir hal itu cukup memengaruhi emosi tim. Kami kurang tenang dalam menguasai bola, untuk mendapatkan lebih banyak umpan di sepertiga akhir lapangan," ujar Arteta.

Di sisa 15 menit terakhir, tak ada pilihan lain bagi Arsenal. Mereka terus menekan. Sayang, sejumlah ancaman yang dihadirkan gagal berbuah gol.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement