Senin 23 Oct 2023 19:48 WIB

Legislator: Formula E 2024 Semestinya Tetap Diselenggarakan di Jakarta

M Taufik Zoelkifli menilai Formula E bisa digelar Juni karena Pemilu pada Februari.

Pembalap Maserati MSG Racing Maximilian Gunther pada Formula E Jakarta 2023 (ilustrasi).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pembalap Maserati MSG Racing Maximilian Gunther pada Formula E Jakarta 2023 (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi B DPRD DKI M Taufik Zoelkifli menegaskan balap mobil listrik internasional, Formula E 2024 semestinya tetap diselenggarakan di Jakarta karena sudah ada kontrak kerja sama bisnis di antara pihak terkait. Karena itu, dia meminta PT Jakarta Propertindo (Perseroda) memperdalam komunikasi terkait Formula E karena bersamaan dengan masa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Kalau penegasan JakPro tadi, masih komunikasi dengan pihak Formula E Operation (FEO) dan kami sebagai DPRD sebagai pengawasnya minta jaminan dari JakPro," kata Taufik kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/10/2023).

Baca Juga

Taufik menuturkan, FEO seharusnya tetap menyelenggarakan lantaran sudah tertuang dalam kontrak kerja sama bisnis (Business to Business/B2B).

Adapun kontrak antara FEO dan JakPro itu berdurasi tiga tahun sejak 2022 hingga 2024 sehingga jika dibatalkan atau diundur maka akan menyalahi kesepakatan dan tercatat sebagai pelanggaran.

Selain itu, dia berharap meski bersamaan dengan Pemilu 2024, ada tanggal yang sesuai untuk melaksanakan ajang balap mobil listrik tersebut.

"Kan Pemilu Februari 2024, Formula E itu kan Juni ya jadi sebenarnya sih bisa, tapi mungkin ada kekhawatiran dari pihak panitia Formula E," tuturnya.

Namun, dia menambahkan, saat ini pihak terkait sedang mempertimbangkan alternatif lain yakni Formula E bisa digelar sehari untuk menyesuaikan waktu.

"Ada alternatif apakah hanya 1 hari saja kan tahun lalu 2 hari, sekarang kan satu hari, masih ada alternatif seperti itu," katanya.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) ​​​​​​Iwan Takwin menyebutkan, ada berbagai pertimbangan yang menjadi garis besar penyelenggaraan kegiatan internasional ini, khususnya tentang efektivitas penyelenggaraan acara dunia di tengah proses demokrasi dalam negeri yang akan berjalan nantinya.

"Kami memahami, bahwa kalender Federasi Otomotif Internasional (FIA) yang ditayangkan tersebut memiliki dampak Global terhadap negara-negara yang terlibat di dalamnya," kata Iwan.

Sebelumnya, Kota Jakarta tidak masuk dalam kalender Kejuaraan Dunia Formula E ABB FIA musim mendatang karena bersamaan waktunya dengan masa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Dilansir dari keterangan resmi Formula E, Jumat, kota Jakarta dicoret dari kalender balapan musim kesepuluh itu karena pada balapan yang direncanakan digelar pada 8 Juni 2024 di Sirkuit Internasional E-Prix Ancol tersebut bertabrakan dengan masa Pemilu 2024.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement