Jumat 24 Nov 2023 05:12 WIB

Presiden FIFA Kecam Kekerasan yang Terjadi Saat Pertandingan Brasil Vs Argentina

Infantino menegaskan tak ada tempat bagi kekerasan dalam sepak bola.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto
Presiden FIFA Gianni Infantino mengecam kekerasan yang terjadi sebelum laga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Brasil vs Argentina, di Stadion Maracana, Brasil, Rabu (22/11/2023).
Foto: AP
Presiden FIFA Gianni Infantino mengecam kekerasan yang terjadi sebelum laga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Brasil vs Argentina, di Stadion Maracana, Brasil, Rabu (22/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, RIO DE JANAEIRO -- Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) Gianni Infantino mengecam kekerasan yang terjadi sebelum kick-off pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Conmebol antara Brasil melawan Argentina, di Stadion Maracana, Rio De Janaeiro, Brasil, Rabu (22/11/2023) pagi WIB. Infantino menegaskan tak ada tempat bagi kekerasan dalam sepak bola.

Infantino menambahkan bahkan kekerasan tak hanya dilarang dalam olahraga melainkan juga di tengah kehidupan masyarakat. Ia ingin semua pihak antara lain pemain, staf, penggemar, dan ofisial harus merasakan keamanan.

Baca Juga

"Mereka harus aman dan terlindungi untuk bermain dan menikmati sepak bola, dan saya menyerukan kepada otoritas terkait untuk memastikan bahwa hal ini dihormati di semua tingkatan," kata Infantino lewat Instagram story-nya menanggapi kekerasan di Maracana.

Kronologi terjadinya kerusuhan di tribun suporter terjadi ketika lagu kebangsaan diputar. Terjadi keributan antara suporter tuan rumah dan tim tamu Argentina. Pihak kepolisian kemudian turun tangan.

Namun tindakan kepolisian tampak berlebihan dengan memukul mundur suporter Argentina dengan pentungan. Suporter pun membalasnya dengan melemparkan kursi sehingga situasi kian kacau. Orang-orang yang tidak terlibat ketakutan dan melarikan diri ke lapangan.

Setidaknya satu orang terluka dan dibawa ke luar stadion menggunakan tandu. Para pemain Argentina ikut menenangkan keributan termasuk Lionel Messi. Kiper Argentina Emiliano Martinez bahkan meminta polisi menghentikan tindakan kekerasan kepada suporter.

Lionel Messi kemudian mengajak rekan-rekannya masuk ke ruang ganti. Sementara skuad tuan rumah tetap di lapangan melakukan pemanasan. Albiceleste akan melanjutkan pertandingan ketika situasi kondusif.

Setelah 22 menit berada di ruang ganti, Messi dan kawan-kawannya kembali ke lapangan. Mereka melakukan pemanasan sebelum melanjutkan pertandingan. Laga kemudian dimenangkan oleh Argentina dengan skor 1-0 berkat gol sundulan Nicolas Otamendi.

Pertemuan Brasil dan Argentina merupakan laga klasik. Tensi panas pasti selalu tercipta baik sebelum hingga saat di lapangan. Pasalnya, dua negara ini merupakan dua negara sepak bola dengan sejarah kuat di Amerika Latin bahkan dunia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement