Senin 27 Nov 2023 22:58 WIB

Di Tengah Rumor Kembalinya Conte, Allegri Diklaim Sudah tidak Kerasan di Juventus

Terjadi perubahan manajemen di Juventus yang diduga membuat Allegri tak nyaman.

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Israr Itah
Pelatih Juventus Massimiliano Allegri.
Foto: EPA-EFE/ELISABETTA BARACCHI
Pelatih Juventus Massimiliano Allegri.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Rumor kembalinya Antonio Conte ke kursi pelatih Juventus mulai mengemuka dalam beberapa hari terakhir. Mantan pelatih Inter Milan itu pun mengaku terbuka dengan kemungkinan untuk kembali menukangi I Bianconeri.

Sejak mengakhiri kerja sama dengan Tottenham Hotspur pada Maret 2023, Conte belum menukangi sebuah tim. Conte, yang pernah menukangi Juventus pada kurun waktu 2011 hingga 2014, dilaporkan masuk dalam radar Nyonya Tua sebagai calon pengganti Massimiliano Allegri.

Baca Juga

Conte pun tidak menutup sepenuhnya kemungkinan untuk kembali membesut I Bianconeri. "Selalu ada kemungkinan untuk bisa kembali bekerja sama (dengan Juventus). Hal terpenting adalah adanya kesamaan ide dan pemikiran antara kedua belah pihak," kata Conte, seperti dikutip Football Italia, beberapa waktu lalu.

Rumor kembalinya Conte ini pun kian santer usai salah satu jajaran petinggi Juventus, Francesco Calvo, dilaporkan melakukan pertemuan dengan Conte di pusat latihan sekaligus markas besar I Bianconeri di Vinovo, pekan lalu. Calvo diketahui menjabat sebagai direktur pengembangan sepak bola Juventus.

Di tengah kemunculan rumor tersebut, Allegri disebut-sebut mulai tidak kerasan di I Bianconeri. Jurnalis senior Corriero dello Sport, Ivan Zazzaroni, menyebut Allegri mulai berharap bisa meninggalkan I Bianconeri pada akhir musim ini. 

Masih terikat kontrak bersama Juventus hingga 2025, Allegri pun disebut bersedia menerima biaya kompensasi pemutusan kontrak pada akhir musim ini. Terlepas dari capaian Federico Chiesa dan kawan-kawan pada musim ini, Allegri akan tetap meninggalkan I Bianconeri.

"Untuk Allegri, dia ingin meninggalkan Juventus. Apakah dia berada dalam kondisi untuk bisa terus bertahan? Dia akan mendapatkan uang (biaya kompensasi) dan meninggalkan klub itu. Hal itu sesuatu yang normal," ujar Zazzaroni seperti dikutip Football Italia, Senin (27/11/2023).

Zazzaroni merujuk pada kondisi yang dianggap sudah tidak lagi kondusif bagi Allegri untuk tetap bertahan di Juventus. Perubahan jajaran direksi Juventus pada tahun ini dinilai menjadi pertimbangan utama Allegri, yang dipercaya menukangi si Nyonya Tua pada 2021 silam tersebut.

"Apabila dia berhasil mengantarkan Juventus finis di empat besar Liga Italia, atau capaian lain, saya rasa masih ada sejumlah penyesalan. Mungkin Allegri akan kesulitan berada di Juventus. Jadi, saya rasa, dia akan meninggalkan klub itu pada akhir musim ini," kata Zazzaroni.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement