Jumat 01 Dec 2023 21:41 WIB

Ratu Tisha: Sinergitas Jadi Kunci Sukses Gelaran Piala Dunia U-17 2023 Indonesia

Piala Dunia U-17 berlangsung sukses.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Penyerang Timnas U17 Mali, Mahamaoud Barry mencoba menghadang pergerakan bek kanan Timnas U17 Argentina Gorosito pada pertandingan perebutan juara ke-3 Piala Dunia U17 2023 di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (1/12/2023). Pada babak pertama Mali unggul 2-0 atas Argentina .
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Penyerang Timnas U17 Mali, Mahamaoud Barry mencoba menghadang pergerakan bek kanan Timnas U17 Argentina Gorosito pada pertandingan perebutan juara ke-3 Piala Dunia U17 2023 di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (1/12/2023). Pada babak pertama Mali unggul 2-0 atas Argentina .

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Sinergitas antar-stakeholder di pusat dan daerah menjadi kunci suksesnya pelaksanaan Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria saat konferensi pers di Informasi Center Piala Dunia U-17 Surakarta, di Hotel Solia Zigna, Solo, Jumat (1/12/2023).

"Terima kasih sekali lagi kepada media dan Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) yang sudah melengkapi sinergitas ini untuk lancarnya pagelaran kita, turnamen FIFA pertama Piala Dunia U-17 yang ada di Indonesia," kata Tisha, Jumat (1/12/2023).

Baca Juga

Mewakili Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Ratu Tisha menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dan kerja cerdas semua pihak. Sejak babak penyisihan hingga jelang partai final tak ada kejadian luar biasa yang bisa mempengaruhi penyelenggaraan.

"Ini semua berkat sinergitas dan kebersamaan pemangku kepentingan. Ini menjadi satu pembelajaran yang sangat penting dari Piala Dunia U-17 untuk perkembangan persepak bolaan tanah air," ujar dia.

Menurut Tisha, ketika seluruh pihak memiliki rasa tanggung jawab sebagai sebuah bangsa, dari pusat dan daerah akan melakukan yang terbaik, maka semua hasilnya akan baik. Hal ini terbukti dari 52 pertandingan, 50 diantaranya telah rampung diselenggarakan di empat stadion yakni, Jakarta International Stadium (JIS), Si Jalak Harupat (Bandung), Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Manahan (Solo). 

"Tanpa kendala berarti. Ketika ada persoalan, dalam sebuah perhelatan sudah pasti tidak akan mulus-mulus saja. Pasti ada. Tapi yang paling penting bagaimana penanganan dilakukan dengan cepat, cermat dan terbaik," katanya.

Tisha pun meminta dukungan agar partai puncak Piala Dunia U-17 2023 yang akan mempertandingkan Jerman melawan Prancis yang dilaksanakan pada Sabtu (2/12/2023) bisa berjalan dengan baik. "Saat ini kita telah selesai. Deliverable kita 50 pertandingan dari 52 pertandingan dan itu adalah satu prestasi yang luar biasa bagi Indonesia. Bukan bagi PSSI, tapi bagi Indonesia untuk kita semua," kata Ratu Tisha Destria.

Tak lupa, Ia kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh awak media dan fans sepak bola di Indonesia yang turut mendukung event ini hingga berjalan dengan lancar.

"Terima kasih untuk teman-teman media juga. Tanpa kalian sebagaimana layaknya juga tanpa fans garing kami. Mau kita terus giring kalau tidak ada teman-teman media yang ikut merayakan dan menyemarakkan pasti kami dari LOC pun tidak akan bisa maksimal dalam bekerja," ujar dia.

Pada kesempatan tersebut, Tisha pun kembali menyampaikan bahwa seluruh tim yang berlaga sepakat menganggap gelaran Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia adalah satu yang terbaik. Semuanya pun sepakat memuji kualitas lapangan baik yang digunakan bertanding maupun tempat latihan. Termasuk pujian untuk pelayanan dan keramahan.

"Jadi itu adalah sebetulnya bagi kami pujian tertinggi yang bisa kita dapatkan adalah berasal dari tim yang bertanding," kata dia.

Pada laga perebutan tempat ketiga dan final Piala Dunia U-17, Tisha mengatakan akan ada sedikit sentuhan guna mempercantik lokasi pertandingan di Stadion Manahan Solo. "Jadi kita akan menaikkan sedikit levelnya dalam segi branding dan dressing untuk partai final dan saya rasa ini adalah satu hal yang juga baru bahwa ini festival memang ada perbedaan dari satu stage ke stage lain," kata dia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement