Selasa 05 Dec 2023 10:05 WIB

3 Sosok Peraih Gelar Pemain Terbaik Piala Dunia U-17 yang Kesulitan di Masa Dewasa

Alumni Piala Dunia U-17 kesulitan bersaing dengan lawan-lawan yang telah dewasa.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Selebrasi gol Jerman U-17 yang dicetak oleh striker Paris Brunner dari titik putih pada menit ke-64.
Foto:

3. Sinama Pongole 

Pongole dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia U-17 2001 (edisi ke-9) setelah berhasil membawa Prancis meraih gelar juara mengalahkan Nigeria di partai final. Sinama mendapatkan dua penghargaan sekaligus yakni sebagai pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak dengan koleksi 9 gol.

Pemain kelahiran 20 Oktober 1984 itu pun menandatangani kontrak dengan Liverpool pada tahun 2001 saat ia berusia 16 tahun, namun tetap di Le Havre selama dua tahun dengan status pinjaman. Setelah kembali, Sinama Pongolle muncul secara sporadis untuk The Reds dan terlibat dalam beberapa momen penting.

Dalam kampanye kemenangan tim di Liga Champions, ia datang dari bangku cadangan melawan Olympiacos dan segera mencetak gol penyeimbang Liverpool untuk menjadikannya 1-1, dan pada akhirnya Liverpool menang 3-1 dan lolos ke babak 16 besar. Namun, ia tidak disertakan dalam skuad untuk final.

photo
Florent Sinama Pongole saat masih membela Liverpool. - (EPA/GEOFF CADDICK)

Sinama Pongolle juga mencetak gol di putaran ketiga Piala FA 2005-2006 melawan Luton Town, saat ia membantu Liverpool bangkit dari ketertinggalan 3–1 menjadi skor akhir 5–3, dan tim tersebut akhirnya muncul sebagai pemenang di turnamen tersebut. Ia juga mencetak gol dalam kekalahan tandang 2-1 di Liga Champions 2005-2006 dari Real Betis, dengan sebuah chip dari jarak jauh.

Pada akhir Januari 2006, Sinama Pongolle dipinjamkan ke sesama tim Liga Primer Inggris Blackburn Rovers hingga akhir musim. Dia mencetak satu gol untuk mereka, kekalahan 2-3 di Tottenham Hotspur. 

Pada 30 Agustus 2006, Sinama Pongolle menandatangani kontrak satu tahun di Recreativo de Huelva, dengan opsi untuk menandatangani kontrak dua tahun berikutnya. Pada 4 Mei 2007, pihak Andalusia mengonfirmasi dia telah menyetujui kesepakatan hingga 2011, dengan biaya sebesar 4 juta euro. Dia adalah pencetak gol terbanyak Recre dalam dua musim La Liga bersama tim, masing-masing dengan 12 dan sepuluh gol.

Pongolle kemudian bergabung dengan Atletico Madrid pada 3 Juli 2008, dengan biaya yang diyakini sekitar 8 juta poundsterling. Awalnya dianggap sebagai cadangan untuk Diego Forlan dan Sergio Aguero, ia mendapat manfaat dari cederanya pemain Uruguay itu, mencetak empat gol dalam lima penampilan liga pertamanya untuk Colchoneros.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement