Senin 29 Jan 2024 19:54 WIB

Pujian Tulus Pelatih Australia untuk Timnas Indonesia

Ia juga mengakui sepak bola Asia telah mengalami perkembangan pesat.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Indonesia Sandy Walsh, left, and Australia Bruno Fornapoli fight for the ball during the Asian Cup round of 16 soccer match between Australia and Indonesia at Jassim Bin Hamad Stadium in Doha, Qatar, Sunday, Jan. 28, 2024.
Foto: AP Photo/Aijaz Rahi
Indonesia Sandy Walsh, left, and Australia Bruno Fornapoli fight for the ball during the Asian Cup round of 16 soccer match between Australia and Indonesia at Jassim Bin Hamad Stadium in Doha, Qatar, Sunday, Jan. 28, 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA  -- Pelatih timnas Australia Graham Arnold mengakui timnya dibuat kesulitan oleh timnas Indonesia dalam pertemuan di babak 16 besar Piala Asia 2023, Ahad (28/1/2024). The Socceroos menang telak dengan skor 4-0, tapi Arnold mengakui tekanan yang diberikan tim Merah Putih meskipun mereka didominasi oleh pemain-pemain muda.

"Saya rasa Anda harus memberikan pujian untuk Indonesia. Mereka mempersulit kami, secara fisik mereka sangat besar dan kuat, dan itu adalah pertandingan yang sulit," kata Graham Arnold dikutip dari Socceroos, Senin (29/1/2024).

Baca Juga

Ia juga mengakui sepak bola Asia telah mengalami perkembangan pesat, termasuk Indonesia yang berbasis di Asia Tenggara. Pelatih berusia 60 tahun itu telah memperingatkan anak asuhnya untuk bersiap menghadapi tekanan dari tim Merah Putih yang ia prediksi akan bermain ngotot.

"Kami memprediksi hal itu, kami mengatakan kepada para pemain untuk bersiap bertarung, bersiap untuk pertarungan fisik karena itulah yang akan dibawa oleh Indonesia," ujarnya. 

Statistik pertandingan mencatat, Australia melepaskan tujuh tembakan ke gawang dengan empat di antaranya tepat sasaran dan berbuah gol. Sementara Indonesia mampu menembakkan lima tendangan tapi hanya satu yang tepat sasaran, yang juga tidak berbuah gol. 

Penguasaan bola Indonesia juga tak terpaut jauh, dengan catatan 48 persen, sementara Australia 52 persen. Di sisi lain, Arnold merasa puas dengan perkembangan yang ditunjukkan anak asuhnya. Pasalnya, di fase grup Socceroos kurang klinis, dan dengan empat gol dalam pertandingan ini, Arnold mengatakan para pemain mulai membaik.

"Saya ingin mereka menunjukkan kualitas individualnya. Senang rasanya memiliki sistem permainan yang bagus dan memiliki pola menyerang yang bagus, tapi saya lebih suka melihat para pemain ini bersantai dan menunjukkan keterampilan dan imajinasi mereka, saya melihatnya berkembang hari ini," ujarnya menambahkan. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement