Selasa 30 Jan 2024 23:46 WIB

Takefusa Kubo Percaya Diri Jepang Bisa Atasi Perlawanan Bahrain

Jepang akan menghadapi Bahrain pada babak 16 besar Piala Asia 2023.

Takefusa Kubo dari Jepang dijaga oleh Pratama Arhan Alif dari Indonesia pada pertandingan sepak bola Grup D Piala Asia antara Jepang dan Indonesia di Al Thumama di Doha, Qatar, Rabu, (24/1/2024).
Foto: AP Photo/Thanassis Stavrakis
Takefusa Kubo dari Jepang dijaga oleh Pratama Arhan Alif dari Indonesia pada pertandingan sepak bola Grup D Piala Asia antara Jepang dan Indonesia di Al Thumama di Doha, Qatar, Rabu, (24/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gelandang serang tim nasional Jepang Takefusa Kubo percaya diri tim berjuluk Samurai Biru tersebut bisa mengatasi perlawanan Bahrain di babak 16 besar Piala Asia 2023. Jepang dijadwalkan melakoni pertandingan 16 besar menghadapi Bahrain di Stadion Al Thumama, Doha, Rabu (31/1/2024) pukul 18.30 WIB.

"Saya telah menghadapi banyak tim Asia, baik dengan klub maupun negara. Saya membawa pengalaman ke meja, dan saya tidak keberatan bermain melawan tim-tim ini. Kami yakin dengan kemampuan kami dan siap untuk tugas yang ada," kata Takefusa Kubo dilansir dari laman resmi AFC, Selasa (30/1/2024).

Baca Juga

Gelandang Real Sociedad tersebut mengungkapkan bahwa timnya telah belajar dari kekalahan yang diderita saat menghadapi Irak di fase grup D lalu. Kubo menilai Bahrain nantinya akan mempunyai gaya permainan yang tidak jauh dengan Irak, oleh sebab itu tim asuhan Hajime Moriyasu tersebut telah belajar untuk mengantisipasi kesalahan.

"Dalam pertandingan (penyisihan grup) melawan Irak (yang Jepang kalah 2-1), kami kebobolan gol awal, dan itu adalah kesalahan yang tidak ingin kami ulangi. Gaya permainan Bahrain mungkin sama dengan Irak, jadi belajar dari kesalahan masa lalu sangat penting," ujar Kubo.

"Mengatasi fisik Bahrain, kami telah bertemu tim fisik di turnamen ini, dan itu bukan masalah bagi kami untuk menghadapi mereka. Kami siap menghadapi tantangan yang menyertainya," tambahnya.

Mantan pemain Real Madrid tersebut mengatakan yang menjadi konsentrasi timnya saat ini adalah menerapkan skema permainan yang sudah dipersiapkan selama latihan di pertandingan babak gugur.

"Saat kami memasuki babak sistem gugur, fokus kami tidak perlu pada bagaimana tim lain bermain. Perhatian utama kami adalah kinerja kami sendiri. Ini bukan tentang apa yang akan dilakukan lawan dalam pertandingan melainkan tentang berkonsentrasi pada apa yang bisa kami lakukan," kata pemain berusia 23 tahun tersebut.

Jepang membawa ambisi untuk meraih gelar juara kelima sepanjang keikutsertaan di turnamen ini. Pada gelaran Piala Asia 2019, Jepang harus puas menjadi runner-up usai kalah dari Qatar di babak final.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement